Atasi Banjir di Kabupaten Bekasi dan Karawang, Kementerian PU Bangun Bendungan Cibeet dan Cijuray di Kabupaten Bogor
Bogor - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, tengah membangun Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Kehadiran kedua bendungan nantinya diharapkan untuk mengurangi titik-titik rawan banjir yang berada di Jabar khususnya Kabupaten Bekasi dan Karawang.
Direktur Air Tanah dan Air Baku Ditjen Sumber Daya Air Ismail Widadi mengatakan, pembangunan kedua bendungan dimulai sejak 2023-2028, "sesuai kontrak berjalan, pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey masing-masing dikerjakan dalam tiga paket berbeda," kata Ismail Widadi saat mendampingi Kunjungan Kerja (Kunker) Anggota Komisi V DPRD RI, dipekerjaan Paket II Bendungan Cibeet, Kamis (27/2/2025).
Ismail Widadi mengatakan, untuk Paket I Bendungan Cibeet dikerjakan oleh penyedia jasa PT Nindya Karya - PT Adhi Karya - PT Bahagia Bangun Nusa (KSO), Paket II dikerjakan oleh kontraktor PT PP - PT Marfri Jaya Abadi - PT Daya Mulia Turangga (KSO), Paket III dikerjakan PT Waskita Karya - PT Bumi Karsa - PT KPR (KSO).
“Pekerjaan Paket I meliputi; pekerjaan sandaran kiri, jalan masuk bendungan sisi kiri, dan peningkatan jalan kabupaten. Paket II meliputi; tubuh bendungan RCC, jembatan hilir permanen, dan jalan relokasi genangan. Sedangkan Paket III meliputi; landscape area makam TPU Kebun Jarak, Area Makam TPU Kutamekar, dan jalan inspeksi kiri,” terang Ismail Widadi.
Adapun biaya pembangunan kedua bendungan menggunakan skema Multi Years Contract dengan nilai kontrak untuk Bendungan Cibeet sebesar Rp5,4 triliun. Sedangkan Bendungan Cijurey sebesar Rp3,7 triliun," terang Ismail Widadi.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Mochammad Dian Almaˋruf mengatakan, Bendungan Cibeet merupakan bendungan multifungsi yang memiliki manfaat yakni, sebagai irigasi seluas 8.837 ha sehingga dapat menaikan IP 100% sebelum ada bendungan dan setelah ada bendungan menjadi 300%. Selanjutnya manfaat lain dari bandungan ini sebagai air baku bagi kebutuhan masyarakat dan industri sebesar 3,77 m3/detik dan dapat mereduksi banjir hingga 6.080 ha serta PLTMH 0.25 MW.
Selanjutnya pekerjaan pembangunan Bendungan Cijurey terbagi ke dalam 3 paket meliputi: Paket I oleh PT Brantas Abripraya - PT Minarta-PT Raya (KSO) mencakup bendungan utama, bangunan fasilitas pendukung, dan pekerjaan mekanikal elektrikal; Paket II oleh kontraktor PT. Hutama Karya - PT Sacna (KSO) meliputi pekerjaan bendungan utama, jalan akses, dan bangunan pengendali sedimen; Paket III dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya - PT Jaya Konstruksi (KSO) meliputi bangunan pelimpah, jalan akses, hidro mekanikal elektrikal, dan fasilitas penunjang.
Bendungan Cijurey direncanakan untuk memiliki kapasitas tampung sebesar 14,37 juta m3 dengan luas genangan 56,15 ha. Bendungan yang secara administratif terletak di Kecamatan Sukamakmur, Cariu, dan Tanjungsari ini diproyeksikan dapat mereduksi banjir dari hulu Sungai Cihoe sebesar 59,33% hingga 3.605 ha dan dimanfaatkan untuk mengairi irigasi seluas 561 ha. Selain itu untuk menghasilkan air baku sebesar 7.10 liter/detik serta PLTM sebesar 2x0,5 MW.
Sementara Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mengatakan, Komisi V DPR RI akan berharap kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian PU untuk segera mempercepat penyelesaian pembangunan Bendung Cibeet dan Cijuray,” kalau disampaikan tadi, bendungan ini manfaat sangat penting bagi masyarakat antara lain, dapat mereduksi banjir, sebagai irigasi, dan air baku,” tandasnya.
Hadir pada kesempatan tersebut, Direktur Air Tanah dan Air Baku Ditjen Sumber Daya Air Ismail Widadi, Inspektur I, Inspektorat Jenderal Djaya Sukarno, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Mochammad Dian Almaˋruf, dan Kasubdit Bendungan dan Danau Wilayah II Nimbrot Rumaropen.(HAL/Iwn)
Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum
Website: pu.go.id
Facebook: kemenPU
Instagram: kementerianpu
X: kemenPU
TikTok: @kemenpu
Youtube: kemenPU
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat