Sukun
Nama ilmiah: Artocarpus altilis, Nama Famili: Moraceae.
Umumnya sukun dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, seperti tanah podzolik merah kuning, tanah berkapur, dan rawa pasang surut. Namun, tanaman ini akan berproduksi lebih baik pada tanah alluvial yang kaya humus. Sukun hidup dengan baik pada lahan-lahan dengan permukaan air tanah yang relatif dangkal, tetapi tidak tergenang. Namun, tanaman dewasa mampu beradaptasi dengan kondisi air tanah yang cukup dalam, bahkan dapat hidup pada lahan marginal yang cukup kering.
Tanaman sukun tumbuh mulai dari daerah dataran rendah hingga 700 m dpl dengan suhu antara 20-33 derajat celcius. Curah hujan yang baik untuk budidaya sukun adalah 1.500-2.500 mm/tahun, dengan kelempaban 70-90%. Sukun dapat mencegah bencana longsor dan banjir. Panjang akar sukun bisa mencapai belasan hingga puluhan meter. Akar itulah yang akhirnya dapat mencegah pergerakan tanah dan longsor. Akar pohon sukun juga bisa banyak menyerap air. Ketika usianya mencapai 30 sampai 40 tahun, di sekeliling pohon sukun akan muncul banyak sumber air. Hal itu bisa menjadi salah satu langkah mitigasi saat terjadi kekeringan. Keunggulan akarnya yang bisa mengikat banyak air juga bisa menjadi salah satu pencegah terjadinya banjir.









