Rincian Majalah Kiprah

Setahun Bekerja, Bergerak, Berdampak - Edisi 3/November 2025

Setahun Bekerja, Bergerak, Berdampak

Volume

Edisi 3/November 2025

Tahun

2025

Setahun Bekerja, Bergerak, Berdampak. Edisi kali ini bertema 1 tahun kinerja Kementerian PU di bawah komando Menteri PU, Dody Hanggodo. Hal yang disorot bukan sekedar capaian fisik infrastruktur yang terbangun, tetapi juga seberapa dampak manfaat pembangunan bendungan, irigasi, jalan, jembatan, penataan kawasan serta banyak ragam infrastruktur terbangun tersebut bagi kesejahteraan rakyat.

scan untuk baca online
bagikan:
statistik:
530 dikunjungi
7 dibaca
23 diunduh

Saat derasnya pembangunan yang berlangsung dari Sabang hingga Merauke, Kementerian Pekerjaan  Umum (PU) kembali menunjukkan esensi pembangunan bukan sekadar menegakkan beton, membentangkan jalan, atau meninggikan bendungan.

Namun lebih dari itu, Kementerian ini mengemban visi yang jauh lebih besar, yakni membangun kehidupan. Inilah ruh yang menjiwai Asta Cita residen Prabowo Subianto, tidak lain merupakan sebuah cita-cita tentang Indonesia yang mandiri, kuat, dan sejahtera.

Memasuki penghujung tahun anggaran 2025, serapan anggaran Kementerian PU memang menunjukkan percepatan. Namun, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa ukuran keberhasilan bukan hanya capaian angka, melainkan manfaat nyata yang dirasakan rakyat. Infrastruktur adalah alat, bukan tujuan.

Setiap bendungan yang selesai dibangun berarti air yang kembali mengalir ke sawah. Setiap kilometer jaringan irigasi berarti peluang panen yang lebih pasti. Setiap jembatan gantung berarti anakanak desa tak lagi mempertaruhkan nyawa untuk bersekolah.

Kementerian PU juga menggerakkan Pembangunan dari sektor paling mendasar seperti, pangan, konektivitas, dan permukiman. Pembangunan bendungan dan jaringan irigasi menjadi fondasi swasembada pangan. Rehabilitasi jalan daerah melalui Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) membuka arus logistic yang lebih efisien, menghidupkan ekonomi desa, dan memperkecil kesenjangan antarwilayah.

Di saat yang sama, penataan kawasan permukiman dari Pulau Penyengat hingga Belawan Bahari yang membawa perubahan bukan hanya fisik, tetapi juga sosial dan ekonomi. Di sisi lain, satu hal paling membedakan adalah cara kerja yang merangkul masyarakat.

Program padat karya dan pelibatan tenaga lokal memastikan bahwa pembangunan tidak datang seperti proyek asing yang terpisah dari warga, tetapi tumbuh Bersama mereka. Ketika warga turut membangun saluran irigasi, rumah belajar, atau jalan desa, mereka bukan hanya pekerja, melainkan pemilik masa depan wilayahnya.

Pada akhirnya, Pembangunan infrastruktur yang dijalankan Kementerian PU adalah tentang menghadirkan martabat, membuat hidup lebih layak, membuka jalan bagi mimpi anak-anak, dan menghubungkan harapan rakyat dengan kenyataan. Dari hulu Sungai hingga jalan kecil di pelosok negeri, fondasi masa depan Indonesia tengah diletakkan. Dan dalam setiap pondasi itu, terdapat harapan untuk bangsa yang lebih kuat dan lebih berdaulat. ■

Masuk atau daftar untuk menulis komentar