Membaca Pikiran: Membaca Yang Tak Terkatakan
Pengarang
Astrid Savitra
Penerbit
Senja Media Utama
Tahun
2016
Bagi kebanyakan orang, keinginan untuk dapat membaca pikiran orang lain mungkin muncul karena kebutuhan praktis. Misalnya Anda ingin tahu apakah mengajak kenalan baru minum kopi akan menguntungkan atau justru merugikan. Bisa juga karena ingin tahu lebih awal apakah seseorang yang ingin Anda ajak bergabung akan menolak atau menjawabnya. Dalam situasi yang berhubungan dengan pekerjaan dan bisnis, kemampuan rnembaca pikiran orang lain lebih dibutuhkan untuk situasi-situasi seperti meyakinkan klien untuk menyetujui ide-ide Anda, closing penjualan atau mengetahui cara atasan Anda melihat suatu masaiah. Kemampuan rnembaca pikiran orang lain juga akan dibutuhkan ketika Anda mengikuti sebuah wawancara kerja, atau menjadi pewawancara daiam sebuah job-interview. Dalam banyak situasi, kemampuan mempaca pikiran orang lain dapat menjadi skill berharga untuk Anda miliki. Jika Anda mengira halter sebut berhubungan dengan kemampuan gaib, Anda salah.Membaca pikiran orang lain tidak memerlukan kemampuan magis khusus. Anda juga tidak harus menjadi seorang detektif setara dengan Sherlock Holmes. Anda hanya harus mempelajari tatapan mata, ekspresi mikro dan gesture tubuh orang tersebut.
| Judul | Membaca Pikiran: Membaca Yang Tak Terkatakan |
| Penulis | Astrid Savitra |
| Penerbit | Senja Media Utama |
| Tahun Terbit | 2016 |
| Lokasi Penerbitan | Jakarta |
| ISBN | 9786026348685 |
| Kode Pustaka | PUSAT-4140 |
| Kode Panggil | 302.222 AST m |
| Kode Klasifikasi | NONE |
| Bahasa | Indonesia |
| Lokasi Simpan | Perpustakaan PUPR |
| Kolasi | xii + 192 hlm ; 140x205 mm |
| Judul Seri | — |
| Edisi | 1 |
| Sumber | — |
| Subyek | — |


Masuk atau daftar untuk menulis komentar