Slide 1

Galeri Video


Kamis, 20 Desember 2018

Groundbreaking Tol Pertama dan Peresmian Sejumlah Infrastruktur di Aceh

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melakukan tinjauan pembangunan jalan tol Aceh di kawasan Blangbintang, Aceh Besar, Jumat (14/12/2018). Bersamaan dengan ground breaking jalan tol Banda Aceh-Sigli itu, Presiden Jokowi juga meresmikan Fly Over Simpang Surabaya yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional di Aceh. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) sejumlah fasilitas umum dan fasilitas sosial yang mengalami kerusakan pascabencana gempa bumi di Aceh pada 7 Desember 2016 lalu. i Provinsi Aceh, Kementerian PUPR juga meningkatkan kelancaran lalu lintas Kota Banda Aceh. Pada tahun ini telah diselesaikan menyelesaikan pembangunan FO Simpang Surabaya dan Underpass Beurawe. FO Simpang Surabaya memiliki panjang 881 dan lebar 16,5 meter untuk 4 lajur 2 arah. Sementara Underpass Beurawe memiliki panjang 202 meter, lebar 10,4 meter untuk 2 lajur 2 arah. Keduanya berada pada poros utama Jalan Lintas Timur Sumatera yang menghubungkan Pusat Kota Banda Aceh dengan Sigli, Lhokseumawe hingga Medan. Keduanya juga merupakan penghubung antara Jalan Lintas Timur Sumatera dengan Pelabuhan Malahayati yang merupakan kawasan pengembangan strategis. Sebelumnya dari pusat Kota Banda Aceh ke airport Sultan Iskandar Muda bisa mencapai 1 jam, namun kini bisa ditempuh dalam 20 menit saja. #PUPRsiapmelayani #InfrastrukturUntukIndonesiaMaju #PUPRSigapMembangunNegeri...

Kamis, 20 Desember 2018

Program Kota Tanpa Kumuh di Kawasan Seutui, Banda Aceh

Keberhasilan penataan kawasan yang dilaksanakan secara paralel dengan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bertujuan untuk meningkatkan kualitas permukiman yang semula kumuh sangat ditentukan oleh peran aktif masyarakat, tokoh masyarakat dan Pemerintah Daerah. Salah satu contoh penataan kawasan kumuh yang patut ditiru adalah Kawasan Seutui di Banda Aceh yang diprioritaskan penanganannya tahun 2018 ini. Kawasan yang berada di tepi Sungai Kreung Daroy memiliki luas 38,26 hektar, meliputi lima gampong/kelurahan yakni Gampong Neusu Jaya, Neusu Aceh, Sukaramai, Kelurahan Seutui, dan Gampong Lamlagang. Dalam pelaksanaannya, mulai dari tahap perencanaan dilakukan musyawarah yang melibatkan Satuan Kerja Cipta Karya Kementerian PUPR, Kepala Dinas PUPR, Kepala Camat dan warga, untuk mengidentifikasi masalah dan kondisi awal dan perencanaan infrastruktur yang akan dibangun termasuk pengadaan lahan. Dalam implementasi program, juga melibatkan masyarakat yang dimulai pada Februari 2018 lalu telah selesai November 2018 dengan kontrak sebesar Rp 14,11 miliar. Penataan kawasan Seutui terdiri atas pembangunan pedestrian sepanjang 1,7 km, pembangunan 3 unit jembatan, pemasangan Penerangan Jalan Umum sebanyak 132 titik dan pembuatan Taman Kreung Daroy. Diharapkan dengan contoh penataan kawasan yang baik yang menguntungkan warga setempat, pemerintah daerah semakin termotivasi untuk mengurangi luasan kawasan kumuh dalam rangka program 100 : 0 : 100. #PUPRsiapmelayani #InfrastrukturUntukIndonesiaMaju #PUPRSigapMembangunNegeri...

Selasa, 27 November 2018

Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Tol Trans Sumatera di Lampung

Presiden Joko Widodo setibanya di Provinsi Lampung dalam kunjungan kerja hari ini langsung melakukan peninjauan jalan tol Trans Sumatera. Lokasi peninjauan tersebut tepatnya berada di ruas Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar dengan panjang keseluruhan mencapai 140,83 kilometer. Ruas jalan tol tersebut nantinya akan terhubung hingga Palembang dengan panjang kurang lebih 350 kilometer. "Kita harapkan ini (Bakauheni-Terbanggi Besar) akan diselesaikan Desember ini. Kemudian yang sampai Palembang akan kita selesaikan nanti pertengahan 2019," kata Presiden pada Jumat, 23 November 2018. Adanya jalan tol ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kelancaran mobilitas barang dan orang di Pulau Sumatera. Dengan ruas jalan tol Trans Sumatera yang akan tersambung satu sama lain, distribusi logistik akan menjadi lebih efisien. Terhubungnya kawasan-kawasan industri dan ekonomi khusus dengan jalan tol Trans Sumatera ini juga akan membuat kawasan tersebut semakin diminati para investor. "Kita harapkan dengan terbangunnya ini daya saing akan lebih baik, titik-titik pertumbuhan ekonomi di sekitar jalan ini akan terintegrasikan nantinya dengan kawasan-kawasan industri dan kawasan-kawasan ekonomi khusus yang semua sedang dalam proses dibangun," ujar Presiden. Adapun untuk keseluruhan, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa jalan tol Trans Sumatera diperkirakan akan terhubung mulai dari Bakauheni hingga Banda Aceh pada tahun 2024 mendatang. "Tadi saya baru saja hitung-hitungan dengan Pak Menteri PU (Pekerjaan Umum), mungkin 2024 insyaallah," tuturnya. Untuk diketahui ruas jalan tol yang ditinjau Presiden kali ini sudah berada dalam tahap penyelesaian akhir di mana proses pembangunan fisik telah mencapai di atas 96 persen. Diperkirakan ruas tersebut sudah dapat dioperasikan pada Desember 2018 ini. Tampak hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam peninjauan ini, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo. #PUPRsiapmelayani #InfrastrukturUntukIndonesiaMaju #PUPRSigapMembangunNegeri...

Selasa, 27 November 2018

Menteri PUPR Tinjau Pembangunan Bendungan Way Sekampung

Kementerian PUPR targetkan pembangunan 65 bendungan periode 2015-2019, terdiri dari pembangunan 16 bendungan lanjutan dan 49 bendungan baru untuk dukung ketahanan air dan pangan nasional. Salah satu bendungan baru yang tengah dikerjakan adalah Bendungan Way Sekampung yang berlokasi di Kabupaten Pringsewu, Lampung . Progres fisiknya kini sudah mencapai 42%, _InsyaAllah_ pada Desember 2019 kita bisa selesaikan, lebih dini dari target semula tahun 2020. Salah satu contoh upaya yang dilakukan adalah dengan penggunaan metode blasting yang bisa menghasilkan 4000 m3 galian untuk setiap kali ledakan sehingga lebih efektif dibandingkan menggunakan alat bera . Bendungan Way Sekampung memiliki kapasitas tampung 68 juta m3 yang akan dimanfaatkan menambah areal irigasi seluas 15.000 hektar dalam Sekampung System menjadi total seluas 70.000 hektar sehingga meningkatkan intensitas tanam menjadi 260% terutama untuk Kabupaten Pringsewu . #KetahananAir #PUPRSiapNelayani #PUPRSigapMembangunNegeri #InfrastrukturUntukIndonesiaMaju...

Minggu, 25 November 2018

KAPSUL WAKTU MERAUKE 2018

Pesan dan harapan anak indonesia dalam 70 tahun ke depan...



‚Äč