Slide 1

Galeri Video


Senin, 01 Juli 2019

Kementerian PUPR Bangun Tiga Bendungan untuk Pengendalian Banjir di Sultra

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan akan memfokuskan terhadap dua hal yakni pengendalian banjir dan pemulihan konektivitas pascabanjir yang terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara sejak awal Juni 2019. Penanganan yang dilakukan terbagi menjadi penanganan bersifat jangka pendek dan jangka panjang. Untuk pengendalian daya rusak air jangka pendek, Menteri Basuki mengatakan akan memperbaiki tanggul sungai yang rusak dan membangun tanggul untuk melindungi kawasan permukiman dari limpasan air sungai. Selain itu dilakukan penanganan terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) Konaweha dan Wanggu. Untuk jangka panjang, risiko banjir di Sultra akan berkurang dengan dibangunnya tiga bendungan oleh Kementerian PUPR. Bendungan pertama kini dalam tahap konstruksi yakni Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur dengan kapasitas 45,9 juta m3, dengan progres fisik mencapai 50% dan akan rampung tahun 2020. Kedua, Bendungan Ameroro dengan kapasitas tampung 55,1 juta m3 di Kabupaten Konawe akan segera ditender pada tahun 2019 ini. Kemudian tahun 2020 akan disiapkan pembangunan bendungan dengan kapasitas yang jauh lebih besar yakni Bendungan Pelosika yang berkapasitas 822 juta m3 dengan membendung Sungai Konawe....

Jumat, 24 Mei 2019

Di NTT, Presiden Joko Widodo Resmikan Bendungan Rotiklot

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/5/2019). Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Jokowi didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Wakil Gubernur NTT Yosef Nae Soi, dan Bupati Belu Wily Lay. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Bendungan Rotiklot sebelumnya telah dilakukan pengisian (imponding) sejak Desember 2018 tersebut, memiliki kapasitas tampung 3,3 juta m3 dan dengan luas genangan 24,91 hektare. Bendungan ini memiliki manfaat untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat dan kegiatan Pelabuhan Atapupu sebesar 40 liter/detik, suplai irigasi seluas 139 hektar dan pariwisata. Selain itu, Bendungan Rotiklot juga berfungsi sebagai pengendali banjir 500 m3/detik yang kerap terjadi di Kabupaten Belu yang memiliki musim hujan singkat yakni sekitar 3 bulan namun dengan intensitas tinggi. Bendungan Rotiklot berada di daerah aliran sungai Mota Rotiklot, panjang sungai 6,41 kilometer dan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 11,69 kilometer persegi. Tipe Bendungan Rotiklot adalah urugan random dengan tinggi 42,50 meter, lebar puncak 10 meter, panjang puncak 415,82 meter dengan umur manfaat mencapai 50 tahun. Pembangunan dikerjakan oleh PT. Nindya Karya (Persero) - PT. Universal Suryaprima (KSO) menggunakan dana dari APBN tahun 2015-2018 senilai Rp 497 miliar. Pembangunan bendungan Rotiklot yang berada dekat kawasan perbatasan dengan Timor Leste tersebut diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan. Ketersediaan air sebagai kebutuhan dasar, juga menjadi modal untuk peningkatan produksi pertanian dan perternakan. #PUPRsiapmelayani #InfrastrukturUntukIndonesiaMaju #PUPRSigapMembangunNegeri #PUPRBangkitMelawanKorupsi...

Jumat, 24 Mei 2019

Jalan Perbatasan Sabuk Merah, Indonesia - Timor Leste

Untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai wujud nyata membangun Indonesia dari pinggiran, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya meningkatkan layanan sejumlah infrastruktur di wilayah yang terkenal dengan wisata pulau Komodonya tersebut. Melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) X Kupang Direktorat Jenderal Bina Marga juga tengah membangun Jalan perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) provinsi yang berbatasan dengan Timor Leste sepanjang 179,99 kilometer atau yang di kenal dengan istilah Sabuk Merah Sektor Timur dari Kabupaten Belu hingga Kabupaten Malaka. Dari 179,99 kilometer tersebut yang sudah tertangani (aspal) hingga ditahun 2018 sepanjang 85 kilometer. Sedangkan ditahun 2019 akan bertambah dan sedang dikerjakan sepanjang 46 kilometer, sehingga sisanya akan dituntaskan pada tahun 2020 mendatang. Sepanjang Jalan Sabuk Merah Sektor Timur tersebut rencananya akan dibangun sebanyak 44 buah jembatan dengan panjang 1600 meter. Saat ini di tahun 2018 telah terbangun sebanyak 31 buah jembatan dengan panjang 1250 meter. Sedangkan sisanya pada tahun 2019 sendiri akan diselesaikan 13 buah jembatan. Adapun Jembatan tersebut semuanya terbuat dari rangka baja dengan bentang rata-rata 60 meter. Sedangkan Sabuk Merah di Sektor Barat di daerah Timur Tengah Utara (TTU) sepanjang 130,88 kilometer akan dilakukan penanganan apabila Jalan Sabuk Merah di Sektor Timur telah seluruhnya tersambung. Proses pengerjaan jalan perbatasan Sabuk Merah Sektor Timur tahun ini terbagi dalam beberapa paket yang dikerjakan oleh beberapa kontraktor lokal dan nasional. Jalan Sabuk Merah Perbatasan Indonesia-Timor Leste ini punya arti penting karena akan menjadi akses pendekat ke garis perbatasan sehingga bisa mempermudah pengawasan garis perbatasan di dua negara tersebut. #PUPRsiapmelayani #InfrastrukturUntukIndonesiaMaju #PUPRSigapMembangunNegeri #PUPRBangkitMelawanKorupsi #PerbatasanIndonesia...

Jumat, 24 Mei 2019

Indonesia punya sirkuit MOTO GP

"Perluasan bandara sudah, selanjutnya pembangunan jalan yang sudah ada penloknya, sehingga kita harapkan konstruksi paling lambat mulai Januari 2020 dan pada tahun 2020, semua fasilitas MotoGP betul-betul sudah siap. Sehingga pada tahun 2021 betul-betul bisa melihat MotoGP diselenggarakan di Mandalika, Lombok, NTB, Indonesia," kata Presiden Jokowi saat meninjau Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika pada Jumat (17/5/2019)....

Senin, 06 Mei 2019

Peresmian Bendungan Gondang oleh Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Gondang di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (2/5/2019). Peresmian diikuti oleh penutupan saluran pengelak yang akan membendung aliran Sungai Garuda oleh Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Ibu Kartika Basuki Hadimuljono, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Beroperasinya Bendungan Gondang akan mengairi sawah seluas 4.680 hektare di Kabupaten Karanganyar dan Sragen secara lebih kontinu sehingga meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 200 menjadi 270 per tahun. Dengan demikian produksi beras di Provinsi Jawa Tengah akan naik sehingga turut mendukung ketahanan pangan nasional. Selain Bendungan Gondang, 7 bendungan lain yang dibangun Kementerian PUPR di Jawa Tengah yaitu Bendungan Logung (Kudus), Pidekso (Wonogiri) Bener (Purworejo), Jlantah (Karanganyar), Randugunting (Blora), Matenggeng (cilacap) dan Jragung (Demak). Pembangunan Bendungan Gondang telah diinisiasi sejak tahun 2014 dengan anggaran Rp 762 miliar dengan kontraktor PT Waskita Karya. Adapun tipe bendungan berupa urugan random zona inti tegak, dengan panjang bendungan 604 meter, tinggi bendungan 71 meter, serta lebar puncak bendungan 71 meter. #PUPRsiapmelayani #InfrastrukturUntukIndonesiaMaju #PUPRSigapMembangunNegeri...



‚Äč