Slide 1

Galeri Video


Kamis, 14 Maret 2019

Pembangunan Jalan Tol Banda Aceh - Sigli Progresif

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menilai Pembangunan Jalan Tol Banda Aceh-Sigli sepanjang 74,82 km yang dimulai sejak Desember 2018 lalu terbilang cepat, khususnya dalam pembebasan lahan sehingga pekerjaan konstruksi diharapkan dapat berjalan dengan baik. Berdasarkan data, saat ini progres pembebasan lahan jalan tol tersebut sudah sebesar 29,18% atau sepanjang 21,83 km dari total panjang 74,82 km. Khusus di seksi 4, lahan yang sudah dibebaskan sepanjang 12,68 km dari total panjang 14,71 km. Pembangunan jalan tol Banda Aceh-Sigli merupakan salah satu ruas Tol Trans Sumatera yang menjadi proyek strategis nasional hingga ke Lampung. Dengan dibangunnya tol akan memangkas jarak dan waktu tempuh perjalanan dari Banda Aceh ke Sigli dari sekitar 2-3 jam menjadi 1 jam perjalanan. Secara keseluruhan ruas tol Banda Aceh-Sigli ini nantinya akan terbagi enam seksi yakni Seksi 1 Padang Tiji-Seulimeum (25,2 km), Seksi 2 Seulimeum-Jantho (6,1 km), Seksi 3 Jantho-Indrapuri (16 km), Seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang (14,7 km), Seksi 5 Blang Bintang-Kuto Baro (7,7 km), dan Seksi 6 Kuto Baro-Simpang Baitussalam (5 km). Untuk mendukung pembebasan lahan, pemerintah akan menggunakan skema dana talangan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Total investasi untuk pembangunan ruas tol Sigli – Banda Aceh ini diperkirakan sebesar Rp 12,35 Triliun. Untuk konstruksinya secara keseluruhan dari Banda Aceh ke Sigli, ditargetkan akan selesai pada bulan Maret 2021 sesuai kontrak. Namun secara bertahap direncanakan akan selesai per seksi mulai pertengahan tahun 2020, tergantung dengan kecepatan pembebasan lahannya. Sumber Drone : Serambi On TV Facebook: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Twitter: @kemenpu Instagram: kemenpupr Youtube: kemenpu #PUPRsiapmelayani #InfrastrukturUntukIndonesiaMaju #PUPRSigapMembangunNegeri #PUPRBangkitMelawanKorupsi...

Rabu, 06 Maret 2019

Padat Karya Tunai Irigasi Tahun 2019 di Gorontalo Menjangkau 200 Desa

Program Padat Karya Tunai (PKT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2019 terus bergulir di seluruh Indonesia termasuk di Provinsi Gorontalo. Program ini bertujuan untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur di desa yang pengerjaannya dilakukan oleh petani atau penduduk setempat dengan diberikan upah sehingga menambah penghasilan petani atau penduduk desa terutama di antara dua musim tanam dan panen. Salah satu lokasi PKT di Gorontalo yakni di Desa Hutabohu, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. PKT berupa pekerjaan pembangunan saluran irigasi tersier sepanjang 365 meter melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Pembangunannya dilakukan oleh para petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Lamuta II sekitar 40 orang dengan diberikan upah untuk tukang Rp 115 ribu/hari dan pekerja Rp 80 ribu/hari yang dibayar mingguan selama 100 hari. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, disamping membangun infrastruktur berskala besar, seperti bendungan dan bendung, Kementerian PUPR juga membangun infrastruktur kerakyatan seperti jaringan irigasi kecil sehingga air dapat mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani. #PUPRsiapmelayani #InfrastrukturUntukIndonesiaMaju #PUPRSigapMembangunNegeri #PUPRBangkitMelawanKorupsi...

Kamis, 28 Februari 2019

Rusun Mahasiswa Universitas Pekalongan Diresmikan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan tiga Rumah Susun (Rusun) Santri/Mahasiswa di Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Universitas Pekalongan (Unikal), Sabtu (23/2/2019). Dua pesantren yang diresmikan merupakan Rusun Santri Pondok Pesantren (Ponpes) yakni Rusun Ponpes Yayasan Madrasah Islamiyah (YMI) dan Ponpes Modern Gondang di Kabupaten Pekalongan, sedangkan satu rusun lainnya adalah Rusun Mahasiswa Universitas Pekalongan (Unikal). Menteri Basuki berpesan agar Rusun yang dibangun dengan APBN ini bisa dirawat dengan baik. "Saya ucapkan selamat memanfaatkan Rusun kepada Unikal, Ponpes Modern Gondang dan Ponpes YMI, semoga dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung agar mahasiswa lebih berprestasi," kata Menteri Basuki. Rusun Mahasiswa Universitas Pekalongan, dilaksanakan pada tahun anggaran 2018 dengan biaya pembangunan sebesar Rp 14,8 miliar. Rusun tersebut terdiri dari 1 Tower Blok (TB) 4 Lantai dengan tipe 24 berjumlah 50 unit dengan kapasitas 196 mahasiswa. Sebelumnya pada tahun 2015, Kementerian PUPR telah membangun Rusun Mahasiswi Unikal. #PUPRsiapmelayani #InfrastrukturUntukIndonesiaMaju #PUPRSigapMembangunNegeri #PUPRBangkitMelawanKorupsi...

Rabu, 27 Februari 2019

Persembahan Rumah Bagi Nelayan

Dalam program sejuta rumah, pemerintah telah menargetkan 70% diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kementerian PUPR telah mewujudkan pembangunan 100 unit rumah khusus layak huni yang diperuntukkan bagi nelayan di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. #PUPRSigapMembangunNegeri #PUPRSiapMelayani #InfrastrukturUntukIndonesiaMaju...

Rabu, 27 Februari 2019

Dukungan SPAM Umbulan Untuk Pemenuhan Cakupan Pelayanan di Pasuruan, Jatim

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Winongan, Kabupaten Pasuruan diharapkan memberikan manfaat untuk sebagian besar masyarakat di Jawa Timur. Sumber air Umbulan ini akan memberikan pemenuhan kebutuhan air masyarakat di lima kabupaten atau kota di Jawa Timur. Diantaranya Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, dan Kabupaten Gresik. #PUPRSigapMembangunNegeri #PUPRSiapMelayani #InfrastrukturUntukIndonesiaMaju...