Slide 1

Berita BPSDM > Pelatihan Sistem Informasi Geografis untuk Pembangunan Infrastruktur Wilayah Tingkat Dasar (Distance Learning) Resmi Ditutup


Kamis, 26 November 2020, Dilihat 81 kali

Jakarta, 25 November 2020 – Sejumlah 21 peserta telah selesai mengikuti Pelatihan Sistem Informasi Geografis untuk Pembangunan Infrastruktur Wilayah Tingkat Dasar yang diadakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dari tanggal 16 s.d. 25 November 2020 di Jakarta.

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Jalan, Perumahan, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (JPW) Rezeki Peranginangin mengatakan akan mengadakan pelatihan lanjutan, namun karena pelatihan tersebut lebih efektif jika diberikan secara klasikal terpaksa diganti dengan jenis pelatihan dasar yang tetap bisa dilaksanakan namun secara daring.

“Berdasarkan hasil pengamatan dari Pusbangkom JPW, secara umum penyelenggaraan Pelatihan Sistem Infromasi Geografis untuk Pengembangan Infrastruktur Wilayah (GIS) Tingkat Dasar sudah berjalan sesuai dengan ketentuan dan lancar, yaitu adanya interaksi dan diskusi yang baik antara pengajar dengan peserta dan juga terjadi sharing knowledge di antara peserta pelatihan,” ungkap Rezeki.

Secara spesifik, pelatihan ini didesain untuk memenuhi standar kompetensi jabatan Kementerian PUPR, sebagaimana telah diamanatkan pada Peraturan Menteri PUPR No.7 Tahun 2020, tentang Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara Bidang Teknik PUPR, khususnya kompetensi teknis Penyusunan Kebijakan Teknis dan Strategi Keterpaduan antara Pengembangan Kawasan dengan Infrastruktur dan Perencanaan Infrastruktur PUPR berbasis Pengembangan Wilayah.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu peserta dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan, Kabupaten Banyuasin Agung Khairul Muttaqien menyatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat mengingat nantinya perencanaan wilayah harus berbasis satu data dan spasial.” Di tempat saya bekerja, kebetulan memegang bangunan gedung baik pemerintah maupun swasta, sehingga akan coba terapkan data berbasis spasial,” terangnya.

Agung pun menambahkan, “Dalam perencanaan wilayah kita bisa memetakan minimal kebutuhan dasar bagi kawasan permukiman di wilayah kita, yaitu sekolah, puskesmas, bangunan keagamaan, maupun sosial, dengan harapan output yang keluar terkait kebijakan akan meminimalisasi kesalahan dalam pengambilan keputusan.”

Ia pun mengungkapkan bahwa, salah satu keuntungan pelatihan dilaksanakan secara daring adalah pelatihan tersebut dapat direkam, sehingga peserta dapat mempelajari kembali (di luar waktu belajar) materi yang diberikan oleh pengajar dengan memutar ulang video-nya. Ia pun berpendapat dalam pelatihan daring akan lebih menarik jika penyelenggara/pengajar memperbanyak video tutorial supaya pembelajaran berjalan lebih variatif. (Kompu BPSDM PUP



‚Äč