Slide 1

Berita BPSDM > Penutupan Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Tingkat Pengamat


Selasa, 27 Oktober 2020, Dilihat 71 kali

Ilustrasi

Surabaya, 27 Oktober 2020 - Penyelenggaraan Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Irigasi Tingkat Pengamat yang diadakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Permukiman dengan difasilitasi Balai Pengembangan Kompetensi (Bapekom) PUPR Wilayah VI Surabaya secara resmi ditutup pada hari ini, Selasa (27/10).

 

Pelatihan ini telah dilaksanakan selama tujuh hari, dari tanggal 20 hingga 27 Oktober 2020, dengan metode pembelajaran jarak jauh. Dari seluruh peserta yang berjumlah 28 orang, 26 orang dinyatakan lulus, sementara 2 orang peserta mengundurkan diri.

 

Dalam sambutan penutupan melalui konferensi video, Kepala Pusbangkom SDA dan Permukiman, Ruhban Ruzziyatno menyampaikan bahwa kegiatan-kegiatan O&P Irigasi ini merupakan kegiatan dalam rangka menyongsong program kedaulatan pangan yang telah dicanangkan pemerintah pada 2014, yakni pembangunan 1 juta hektare dan merehabilitasi 3 juta hektar lahan irigasi. Untuk mendukung program tersebut kedepan, dibutuhkan tenaga ahli bidang operasi dan pemeliharaan irigasi.

 

“O&P inipun menjadi primadona kedepan, dimana pembangunan sudah semakin habis, rehabilitasi juga sudah mulai menurun. Nanti alokasi O&P semakin hari semakin meningkat. Nah, inilah yang dibutuhkan. Profesionalitas, keahlian, peningkatan kompetensi dari para peserta,” ungkap Ruhban.

 

Ruhban pun berharap, melalui Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Tingkat Pengamat ini akan terlahir tenaga-tenaga ahli bidang operasi dan pemeliharaan irigasi tingkat pengamat sesuai dengan standar yang dipersyaratkan sehingga kegiatan operasi dan pemeliharaan yang menjadi wewenang petugas pengamat dapat dijalankan dengan baik.

 

Salah satu peserta pelatihan, Muhroji dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII mengaku banyak ilmu yang telah didapat setelah mengikuti pelatihan. Ilmu yang didapat sangat berguna untuk diinformasikan kembali kepada rekan-rekan kerja di unit kerjanya.

 

“Dari situ juga perubahan positifnya adalah semakin mengetahui tugas dan fungsi pokok kami sebagai pengamat dan dapat mempraktekan langsung di lapangan,“ ujarnya.

 

Selain itu, Muhroji mengatakan bahwa ilmu yang didapat dalam pelatihan ini juga berguna bagi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) agar lebih mengetahui sistem irigasi yang sebenarnya, baik dalam segi pengoperasian maupun pemeliharaan. (Kompu BPSDM)