Slide 1

Berita BPSDM > Penutupan Pelatihan Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan dan Jembatan


Jumat, 23 Oktober 2020, Dilihat 62 kali

Surabaya, 23 Oktober 2020 – Penyelenggaraan Pelatihan Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan dan Jembatan yang diadakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan difasilitasi Balai Pengembangan Kompetensi (Bapekom) PUPR Wilayah VI Surabaya secara resmi ditutup pada hari ini. (22/10)

Setelah menjalani pelatihan selama 7 hari, dari tanggal 15-22 Oktober 2020 secara distance learning, seluruh peserta yang berjumlah 31 orang dinyatakan lulus.

Secara spesifik, pelatihan ini didesain untuk memenuhi standar kompetensi jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PUPR, sebagaimana telah diamanatkan pada Peraturan Menteri PUPR No. 7 Tahun 2020, tentang Standar Kompetensi Jabatan ASN bidang teknik PUPR, khususnya Pengadaan tanah untuk Pembangunan Jalan dan Jembatan.

Melalui konferensi video, Kepala Bagian Kepegawaian dan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga, Rubiyo menyatakan, “Pada diklat ini tidak semua dapat mengikuti, tentunya pegawai yang memenuhi syarat dan terpilih untuk mengikuti pelatihan ini. Pembelajaran untuk mengetahuin tentang pengadaan tanah jalan dan jembatan, diharapkan dapat diterapkan pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan atau sehari-hari, sehingga dapat menjamin pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan yang tepat waktu, tepat mutu, tepat guna, biaya dengan memperhatikan aspek keadilan bagi semua pihak yang terlibat.”

Pada kesempatan yang sama, Rubiyo juga menanggapi usulan tertulis di dari salah seorang peserta soal penyelenggaraan pelatihan yang sebaiknya dipecah menjadi beberapa sesi, karena cakupan materi pembahasan yang cukup luas. 

“Misal, materinya dipecah jadi beberapa sesi, seperti pengadaaan tanah itu sendiri, persiapan pelaksanaan, penyerahan dan pengamanan asset, monitoring, serta tentang mitigasi risiko. Nah, itu Pak Kapus (Pusbangkom JPW) yang akan mengevaluasi ini,” demikian tanggapan Rubiyo yang menyetujui usulan seorang peserta.

Rubiyo pun mengucapkan selamat kepada 3 peserta terbaik dalam pelatihan, yakni: Eva Monalisa, Jimmy, dan Faisal Faris. Peraih terbaik uratan 1,2, dan 3 di pelatihan ini, ternyata berasal dari bidang jalan bebas hambatan. “Artinya teman-teman (3 orang peraih nilai terbaik) memang lebih berpengalaman dan familiar dengan pengadaan tanah,” tambahnya.

Menyikapi pernyataan Rubiyo dan usulan dari peserta, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Jalan, Perumahan, dan Infrastruktur Wilayah (JPW), Rezeki Peranginangin menyatakan akan mencantumkannya ke daftar evaluasi pasca pelatihan selanjutnya.

Sementara dalam sambutannya, Rezeki mengungkapkan tentang masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan, mulai dari keterbatasan kapasitas jaringan, beberapa peserta tidak mengerti penggunaan e-pelatihan hingga masalah kedisiplinan peserta. Oleh karena itu, ia pun kembali mengingatkan soal pentingnya attitude.

“Perlu diketahui oleh para peserta bahwa selain dari knowledge dan skill, peningkatan kompetensi seseorang ditentukan oleh faktor attitude, di mana ketiga unsur tersebut merupakan satu kesatuan membentuk kompetensi,” tegas Rezeki.

 

Sementara terkait dengan penilaian peserta tentang materi pembelajaran dan manfaat pelatihan, seorang peserta yang berasal dari Direktorat Pembangunan Jembatan, Dessy Nur Rahmatika menyatakan bahwa pelatihan ini membantunya dalam memahami proses pengadaan tanah, dan pemahaman soal aturan-aturan yang berlaku adalah hal yang wajib dimiliki oleh pihak yang membutuhkan tanah, karena hal ini sangat berkaitan dengan urusan hukum.

 

Ia pun menambahkan, “Pengetahuan konsep pengadaan tanah sangat menarik bagi saya yang belum pernah mengikuti pekerjaan ini. Studi kasusnya juga dapat menjadi pembelajaran sebagai referensi bila suatu saat saya menghadapi permasalahan pengadaan tanah.”

(Kompu BPSDM PUPR)

 

 

 



‚Äč