Slide 1

Berita Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan > Penyiapan Proyek KPBU Saluran Pembawa Air Baku Karian Barat


Kamis, 22 Oktober 2020, Dilihat 191 kali

Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan melalui Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Sumber Daya Air menyelenggarakan acara Penyiapan Proyek KPBU Saluran Pembawa Air Baku (SPBU) Karian Barat, Kamis (22/10) di Tangerang Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Eko D Heripoerwanto mengatakan daya saing Infrastruktur Indonesia masih di bawah negara ASEAN yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand.

The Global Competitivenes Report yang merupakan studi yang dikeluarkan oleh World Economic Forum menempatkan Indonesia berada di peringkat 72 kategori Daya Saing Infrastruktur Indonesia diukur dari 2 Indikator yaitu Transport Infrastructure dan Utility Infrastructure, secara umum Indonesia berada di peringkat 50, sedangkan untuk kategori Reliability of Water Supply Indonesia berada di urutan 74.

Dalam RPJMN 2020-2024 untuk Kebutuhan Belanja Infrastruktur sebesar Rp6.445 triliun kemampuan APBN hanya sebesar Rp2.385 triliun, sehingga terdapat GAP sebesar Rp4.060 Triliun atau 63%. Sedangkan Realisasi Penanaman Modal di tahun 2014 sampai triwulan ke dua tahun 2020 sebesar 19,8%.

 

Terkait Infrastruktur Sumber Daya Air, Dirjen PI mengatakan bahwa ketersediaan air baku nasional hanya bisa menutupi 30% dari total kebutuhan air baku nasional, eksploitasi air tanah yang masih akan berdampak ektraksi air tanah dalam skala besar juga akan berdampak penurunan air tanah yang cukup signifikan.

 

“Masalah mendasar dari permasalahan air baku nasional adalah tingkat layanan penyediaan air baku yang masih rendah, permasalahan kualitas dan kuantitas air, juga permasalahan pemanfaatan teknologi untuk menjamin kuantitas dan kualitas air baku yang aman dan berkelanjutan,” tambahnya.

 

SPAB Karian Barat merupakan infrastruktur penyedia air baku yang akan dibangun di Kabupaten Serang, Banten akan memberikan manfaat kepada Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon. Saat ini produksi eksisting pada area pelayanan hanya sebesar 792 lt/detik. Sedangkan, kebutuhan air baku terus bertambah setiap tahunnya.

Berdasarkan hasil proyeksi, dibutuhkan air baku sebesar 2.139 lt/detik pada tahun 2020, dan akan naik menjadi 6.887 lt/detik pada tahun 2040. SPAB Karian Barat direncanakan dapat menyediakan air baku sebesar 1.500 lt/detik, yang akan didistribusikan dengan rincian yaitu 700 lt/detik ke Kabupaten Serang, 300 lt/detik ke Kota Serang, dan 500 lt/detik ke Kota Cilegon.

Progress pembangunan Bendungan Karian Barat saat ini sudah mencapai 70% dengan tinggi 63,5 meter, panjang 516 meter dan mempunyai daya tampung dengan total 314,7 juta m3. Bendungan tersebut diperkirakan akan siap beroperasi tahun 2024 dan akan melayani ketersediaan air baku untuk 1.080.000 juta penduduk di Wilayah Kabupaten Serang dan Kota Cilegon.

 

Acara ini tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya tentang Kajian Awal Prastudi Kelayakan (OBC). Yang mana menjadi salah satu proses tahapan dalam penyusunan OBC, diawali dengan melakukan Konsultasi Publik dan Real Demand Survey (RDS). Kegiatan ini selain dihadiri langsung oleh peserta juga melalui video call, peserta yang hadir dari Perusahaan Kontruksi baik swasta dan BUMN, Kepala Dinas PUPR kota Cilegon, Kepala Dinas Provinsi Bnaten, Kepala Bappeda Kota Cilegon, Ditjen Sumber Daya Air PUPR dan para pemangku kepentingan daerah. (kom)

 



‚Äč