Slide 1

Berita Ditjen Cipta Karya > Penataan Kawasan Karang Mumus di Kota Samarinda


Kamis, 07 Mei 2020, Dilihat 108 kali

Di tengah situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) ini, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur tetap semangat dalam menuntaskan kawasan kumuh di Kota Samarinda. Oleh sebab itu, BPPW Kalimantan Timur melakukan kunjungan ke lokasi kegiatan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kota Samarinda Kawasan Karang Mumus 1, di Kota Samarinda, Rabu (06/05/2020). Kunjungan dilakukan oleh Kepala BPPW Kalimantan Timur, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP), PPK Tanggap Darurat, beserta staf Seksi Pelaksanaan, staf ke-PPK-an PKP, dan staf Sub Bagian Tata Usaha. Dengan didampingi oleh kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas.

Kepala BPPW Kalimantan Timur Sandhi Eko Bramono menuturkan, bahwa kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman bagi kawasan permukiman kumuh perkotaan, seperti di Kota Samarinda, guna mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan. Sehingga di tahun 2020 ini, BPPW Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh di Kota Samarinda, yaitu yang berlokasi di Kelurahan Dadi Mulya dan Kelurahan Bandara.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Timur C. Aji Nusanto mengungkapkan, bahwa pelaksanaan kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh di Kota Samarinda ini bertema water front, yaitu menyediakan suatu wadah sebagai salah satu objek pariwisata untuk menikmati sungai, tentunya dengan lingkungan dan pemandangan yang baik dan layak. Namun, ini bukanlah akhir dari pada penataan kawasan kumuh di Kota Samarinda. Secara bertahap, mungkin nanti juga diperlukan keberlanjutan kegiatan untuk segmen yang lain. Serta diharapkan agar adannya kontribusi dari pemerintah kota, pemerintah provinsi, maupun melalui sumber pendanaan yang lain untuk pengurangan kumuh di sepanjang bantaran sungai ini.

Dengan adanya kegiatan ini, dapat berkontribusi secara langsung terhadap pengurangan luasan kumuh di Kota Samarinda, serta dapat menjadi pemicu bagi penanganan lokasi kumuh lainnya di kota ini. Di samping itu, disampaikan juga bahwa pelaksanaan kegiatan sudah memasuki minggu ke 28, dengan realisasi di lapangan sebesar 43,1%.

“Sampai saat ini, di Indonesia khususnya di Samarinda, Kalimantan Timur, masih dilanda pandemi COVID-19, peningkatan jumlah PDP dan Positif masih terus bertambah. Sejauh ini, pekerja di lokasi proyek Karang Mumus 1 belum ada yang dirujuk ke puskesmas/rumah sakit terkait penanganan COVID-19, sehingga dihimbau kepada seluruh pekerja di lapangan agar tetap menjaga kesehatan, memakai alat pelindung diri (APD) dan menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dalam penyelenggaraan jasa konstruksi, sesuai dengan Instruksi Menteri PUPR Nomor 02/IN/M/2020 tahun 2020 yang telah implementasikan di lokasi proyek,” tutur Sandhi.

Dalam kesempatan itu juga, Sandhi menegaskan kepada kontraktor pelaksana agar tetap berupaya untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu, sesuai dengan yang telah ditentukan. Terlebih lagi di tengah pandemi COVID-19 ini, yang tentunya juga akan berdampak pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan, seperti pekerjaan arsitektur yang akan terkendala karena harus mendatangkan pekerja ahli dari luar Kalimantan. (Umi/Balai-PPW Kaltim/ari)



‚Äč