Slide 1

Berita BPSDM > Pelatihan Secara Online Bentuk Inovasi BPSDM Dalam Mengembangkan ASN PUPR


Rabu, 20 Mei 2020, Dilihat 42 kali

Bandung, 20 Mei 2020 - Pelatihan dengan media online dalam masa pandemi sekarang merupakan bentuk inovasi dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk tetap bergerak dalam mengembangkan SDM PUPR. Demikian dikemukakan oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air (SDA) dan Konstruksi, Herman Suroyo, melalui konferensi video, pada penutupan Pelatihan Teknis Hidrologi Untuk Alokasi Air yang dilaksanakan oleh Balai Uji Coba Sistem Diklat SDA dan Konstruksi di Bandung, Rabu (20/5).

Senada dengan Herman, Sekretaris BPSDM PUPR, K.M. Arsyad, dalam sambutannya melalui konferensi video, mengatakan pelatihan yang dilakukan secara online merupakan langkah BPSDM dalam menindaklanjuti tugas dan fungsinya sebagai unit organisasi dalam mengembangkan SDM.

BPSDM PUPR, lanjut Arsyad, dalam mengembangkan SDM tidak hanya melaksanakan pelatihan, namun juga melakukan assessment melalui Pusat Penilaian Kompetensi dan Pemantauan Kinerja. “Jadi yang kami lakukan tidak hanya pelatihan-pelatihan, tapi juga assessment yang dilaksanakan secara online kepada para Pejabat Fungsional, administrator dsb,” ujarnya.

Arsyad menambahkan, selain mencoba menggeser paradigma pembelajaran menjadi proses pembelajaran yang terus menerus. “Sekarang kita melihat proses pembelajaran merupakan bagian dari penugasan, dan itu terjadwal, namun jika kita melihat paradigma dunia saat ini dalam pembelajaran, adalah bagaimana Learning Continues atau belajar secara terus menerus dan selflearning atau belajar mandiri,” jelasnya.

Dengan adanya perkembangan paradigma belajar secara terus menerus, maka BPSDM mengembangkan pembelajaran berbasis online, yang tidak hanya dikarenakan oleh adanya pandemi Covid-19, namun sudah menjadi inovasi BPSDM dalam mengembangkan SDM agar Aparatur Sipil Negara (ASN) PUPR berubah ke pola belajar mandiri (selflearning).

Sebelum menutup sambutannya, Arsyad mengingatkan kembali adanya Knowledge Management System atau yang dikenal dengan Sistem Manajemen Pengetahuan (Simantu) yakni aplikasi mengenai ilmu ke-PUPR-an, yang diharapkan dapat memfasilitasi ASN PUPR untuk belajar secara mandiri dengan mudah. “Kedepan akan ada pembelajaran secara berkelompok seperti ini, sehingga tidak hanya knowledge yang ditingkatkan, namun juga skill dan attitude,” imbuhnya.

Pelatihan Teknis Hidrologi Untuk Alokasi Air secara online yang berlangsung pada 11-20 Mei 2020 tersebut dilaksanakan dengan metode diskusi, studi kasus, penyusunan laporan, dan seminar berbasis. Dari 32 peserta, pelatihan selama 56 JP tersebut berhasil meluluskan 31 peserta. (Datin)



‚Äč