Slide 1

Berita BPSDM > Pelajari Inovasi Pelayanan Publik, Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III Kunjungi Banyuwangi


Rabu, 21 Agustus 2019, Dilihat 71 kali

Banyuwangi (21/8) - Program-program inovatif yang digagas Kabupaten Banyuwangi pada 2018 sebagai Kabupaten Terinovatif dalam kompetisi Innovative Government Award menarik perhatian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

Dalam rangka mempelajari keberhasilan Pemkab Banyuwangi tersebut sebanyak 30 peserta Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III Balai Diklat PUPR Wilayah III Jakarta mengunjungi kabupaten di ujung Timur Pulau Jawa tersebut untuk melaksanakan Benchmarking to the best practice yang diadakan selama tiga hari (18-20 Agustus).

Kepala Pusdiklat Manajemen dan Pengembangan Jabatan Fungsional, Moeh. Adam, selaku pendamping rombongan, mengatakan pemilihan Kabupaten Banyuwangi sebagai tempat benchmarking, karena banyak inovasi pelayanan publik yang dihasilkan dan telah diakui keunggulannya, serta telah mendapatkan berbagai penghargaan atas inovasinya dalam mengelola tugas-tugas pemerintahan, selain juga menyediakan pelayanan publik yang prima bagi warganya.

Adam berharap peserta pelatihan bisa mempelajari secara langsung pengelolaan tugas dan fungsi organisasi beserta keunggulan atau inovasi Pemkab Banyuwangi untuk memperkaya wawasan berkaitan dengan strategi dalam menciptakan dan mengimplementasikan inovasi atau bahkan mungkin juga dapat mengadopsi atau mengadaptasi keunggulan atau inovasi tersebut di unit kerja masing-masing yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik Kementerian PUPR.

Sementara itu, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Yayan Waspotondo, dalam sambutannya mengemukakan, bahwa setiap daerah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Benchmarking, menurutnya, tidak harus dengan meniru daerah lain, tetapi bagaimana mengembangkan potensi daerahnya. 

Dalam merencanakan dan mengeksekusi (suatu program maupun proyek) lanjut Yayan, diperlukan kematangan dengan mempertimbangkan skala prioritas. Semua inovasi yang digagas Pemkab Banyuwangi dalam hal ini, adalah untuk memudahkan pelayanan publik yang ujungnya untuk meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi warga. 

Salah satu inovasi yang dilakukan Pemkab Banyuwangi di bidang pelayanan publik, yakni mengembangkan program Smart Kampung yang mendorong pelayanan desa berbasis teknologi informasi. Demikian juga dengan adanya Mal Pelayanan Publik. "Kita harus semakin aktif dan kreatif menciptakan karya-karya baru, sehingga Banyuwangi menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Dengan begitu orang ke Banyuwangi bukan hanya karena destinasi (wisatanya) melainkan juga karena prestasi dan karya yang mampu disuguhkan," papar Yayan. 

Target lokus peserta Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III sendiri, mencakup: Mall Pelayanan Publik, terkait Perizinan Terpadu; Bappeda, terkait Sistem Perencanaan Terintegrasi; serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa, terkait dengan sistem e-village budgeting.



​