Slide 1

Berita BPSDM > Kementerian PUPR Percepat Pembangunan SDM Untuk Sukseskan Pembangunan Infrastruktur


Sabtu, 17 Agustus 2019, Dilihat 134 kali

Jakarta (17/08) - Pembangunan infrastruktur akan diikuti dengan percepatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagaimana menjadi prioritas pemerintah, karena merupakan kunci masa depan Indonesia. Sejalan dengan tema nasional peringatan Kemerdekaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-74, “SDM Unggul Indonesia Maju”, maka seluruh upaya yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hanya ditujukan untuk membawa Indonesia menjadi negara maju. "Dengan semangat proklamasi kita harus terus optimistis, bahwa Indonesia akan maju dengan sumber daya manusia berkarakter, cerdas, memiliki kompetensi dan berdaya saing," demikian ujar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam pidato pada Upacara Peringatan HUT RI Ke-74 di Kementerian PUPR yang diwakili Sekretaris Jenderal PUPR, Anita Firmanti, Sabtu (17/08).

Dalam kaitannya dengan tugas Kementerian PUPR untuk menyediakan infrastruktur, di tengah lingkungan global yang dinamis, Anita minta agar Aparatur Sipil Negara (ASN) PUPR tidak lagi menjalankan tugas dengan cara yang biasa saja. Berbagai inovasi baru sangat diperlukan dalam pengelolaan pemerintahan yang efektif dan efisien. Tugas Kementerian PUPR mendatang, lanjut Basuki, akan lebih menantang dan rumit. Harapan dan ekspektasi masyarakat juga semakin tinggi. Untuk itu seluruh jajaran Kementerian PUPR harus menjadi insan yang profesional, mampu melakukan berbagai terobosan-terobosoan baru dalam mencari solusi bangsa. 

Dalam mencapai berbagai target tersebut ASN PUPR harus membekali diri dengan budaya kerja yang berintegritas, profesional, berorientasi misi, visioner, serta memiliki etika akhlakul karimah, selain juga harus memastikan, bahwa seluruh tugas dapat diselesaikan tepat waktu, tepat sasaran, tepat administratif, dan tepat mutu. "Saya tegaskan kembali perlunya seluruh insan PUPR untuk menjaga citra dan kredibilitas institusi yang telah kita bangun bersama. Generasi muda PUPR dituntut memiliki karakter yang kuat, berani, militan dan berjiwa seni. Ditambah lagi saat ini kita berada pada era digitalisasi, teknologi yang berkembang sangat pesat. ASN PUPR harus mampu menerapkan teknologi 4.0 dalam meningkatkan layanan bagi publik," tuturnya.


SDM Berkompeten 

Sejalan dengan itu Kementerian PUPR terus berkomitmen dalam mengembangkan dan mencetak SDM PUPR yang kompeten. Pelaksanaan program pengembangan kompetensi SDM dirancang secara sistematis, mulai dari gap kompetensi dan kinerja untuk merumuskan program-program diklat yang dibutuhkan oleh Unit-Unit Organisasi. 

Selain itu Kementerian PUPR telah membentuk Politeknik PU yang merupakan Perguruan Tinggi Vokasi dibawah naungan BPSDM PUPR sebagai salah satu terobosan untuk merespon kebutuhan tenaga terampil di lapangan.

ASN PUPR harus mampu beralih dari comfort zone menuju competitive zone, wajib menguasai IT digital, dan adaptif terhadap setiap perubahan. Pengembangan kompetensi ASN harus disesuaikan untuk dapat mencetak SDM ASN yang ahli berstandar internasional, sehingga dapat bersaing secara global. 

Kementerian PUPR setiap tahunnya selalu menargetkan pengembangan kompetensi sekitar 10.000 orang ASN dan bersertifikasi teknis dari Asosiasi Profesi di bidangnya masing-masing sebagai bagian dari aset. 

Untuk tenaga kerja konstruksi, sertifikasi kompetensi tenaga konstruksi terus dilakukan secara bertahap untuk memenuhi target 217.000 tenaga kerja bersertifikat pada 2019. Sebagai upaya memperluas akses peningkatan kapasitas SDM konstruksi nasional telah disiapkan Sistem Informasi Belajar Intensif Mandiri Bidang Konstruksi (SIBIMA Konstruksi) yang masuk dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019. 


Capaian Lima Tahun 

Dengan upaya-upaya tersebut, maka pembangunan infrastruktur akan terus dilanjutkan dengan lebih cepat. Sementara ini, dalam waktu lima tahun Kabinet Kerja berjalan berbagai infrastruktur telah dibangun dan memberikan dampak yang nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. 

Sepanjang 2015–2019 Kementerian PUPR telah menyelesaikan 15 bendungan, antara lain Sei Gong, Sindang Heula, Gondang, Logung, Bajulmati, Teritip, Raknamo, Rotiklot, Tanju, dan Mila; pengoperasian ruas-ruas tol Trans Jawa dan Trans Sumatera sepanjang 1.461 km, tambahan jalan tol baru hingga akhir 2019; pembangunan jalan perbatasan di Papua, Kalimantan dan NTT; penyelesaian tujuh PLBN yang dilengkapi fasilitas umum, yakni pasar, sekolah, kantor pengelola, prasarana dan sarana umum lainnya; serta pembangunan 2,6 juta unit rumah susun, khusus dan swadaya, termasuk pembiayaan FLPP, dan SBUM. 

Kementerian PUPR juga memberikan perhatian besar dalam pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat melalui program Padat Karya Tunai yang pada 2019 ini akan memberikan lapangan kerja bagi 263.646 orang, khususnya di perdesaan. 

Dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa di Sulawesi Tengah, saat ini tengah dilakukan proses relokasi penduduk ke hunian tetap yang aman dari bencana dengan rumah teknologi tahan gempa, serta fasilitas sosial ekonomi lainnya, seperti pasar, rumah sakit dan sekolah. 

Selain itu Kementerian PUPR terus menyelesaikan rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan fasilitas empat publik serta rumah masyarakat di sejumlah daerah terdampak gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB). "Saya mengucapkan teerima kasih kepada seluruh jajaran PUPR atas upayanya dalam menyediakan infrastruktur mudik Lebaran 2019, sehingga perjalanan mudik berjalan dengan lebih aman, nyaman, dan tertib," tutur Anita.

Sepanjang 996 km Jalan Tol Trans Jawa dari Merak hingga Probolinggo Timur telah beroperasi. Inj menjadikan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan rute, seperti jalur Lintas Selatan Jawa, jalur Lintas Tengah, serta jalur Pantai Utara Jawa. Jalan Tol Trans Sumatera juga telah dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga dapat turut memperlancar arus mudik tahun ini. 

Saat ini Kementerian PUPR akan memasuki triwulan terakhir Tahun Anggaran 2019. Dengan progres keuangan saat ini sekitar 35% jajarab Kementerian PUPR diminta untuk lebih keras dalam melakukan percepatan penyelesaian berbagai tugas dan juga memenuhi ekspektasi masyarakat akan layanan infrastruktur yang lebih berkualitas, sehingga target prognosis sebesar 92,75% dapat dicapai. 

Pada 2019 hingga 2020 Kementerian PUPR mendapat amanah untuk mendukung misi penguatan SDM, termasuk beberapa penugasan khusus, antara lain fasilitas pendidikan, olahraga, dan pasar, infrastruktur PON XX di Papua, renovasi Masjid Istiqlal, dan rencana pemindahan Ibu Kota Baru. Untuk itu pelaksanaan lelang dini TA 2020 juga perlu disiapkan dengan matang yang akan dimulai pada Oktober 2019. (Datin)