Slide 1

Berita BPSDM > Sebanyak 24 PISK Ikuti Seminar I Mengenai Rancangan PKSK


Selasa, 13 Agustus 2019, Dilihat 296 kali

Suasana Seminar I Rancangan Peningkatan Kinerja Satuan Kerja (PKSK) melalui Video Conference

Bandung (13/08) - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPSDM PUPR) menyelenggarakan Seminar I mengenai Rancangan Peningkatan Kinerja Satuan Kerja (PKSK) pada pelatihan Pejabat Inti Satuan kerja (PISK) Bidang Jalan dan Jembatan.

Acara yang berlangsung di Pusdiklat Sumber Daya Air (SDA) dan Konstruksi, Bandung, Senin (12/08) tersebut dimaksudkan sebagai masukan dan arahan dalam rancangan PKSK para peserta agar aktualisasinya berjalan efektif dan efisien sesuai dengan harapan.

Seminar diisi dengan presentasi dari peserta seminar mengenai rancangan PKSK. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok dengan didampingi coach dan penguji yang diundang dari struktural Bina Marga. Acara presentasi selanjutnya diikuti dengan tanya jawab dan diskusi antara peserta dengan para direktur, dalam hal ini Direktur Preservasi Jalan dan Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Direktorat Jenderal Bina Marga, Hedy Rahadian.

Proses pelatihan dilaksanakan melalui video conference antara peserta yang didampingi coach dan penguji di Bandung dengan para direktur yang berada di ruang BPSDM PUPR, Jakarta. Video conference terdiri dari dua sesi. Sesi pertama merupakan sesi tanya jawab mengenai rancangan PKSK antara Direktur Preservasi Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga, Atyanto Busono, dengan enam orang peserta yang didampingi Taufik Widjoyono sebagai pendamping. Pada sesi tersebut peserta yang ikut, adalah BPJN XX Pontianak, Windiarto Abisetyo, BPJN XXII Marauke, Rokhmad Purnomo, BPJN XIV Palu, Rozaidil Ridwan, BPJN XVII Manokwari, Nur Mukhlis Fiandardo, BBPJN VI Jakarta, Marnala R. Chandra R.P, dan BPJN VX Manado, Windunoto Abisetyo.

Sesi ke dua, agenda tanya jawab dilanjutkan antara Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Direktorat Jenderal Bina Marga, Hedy Rahadian, dengan enam orang peserta pelatihan yang didampingi Kepala Subdirektorat Metropolitan dan Kota Besar, Direktorat Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan, Hadrianus Bambang Nurhadi Widihartono, sebagai penguji, dan Slamet Muljono, sebagaicoach.

Hedy banyak membahas mengenai faktor yang dapat mengembangkan SDM dalam satuan kerja, namun yang paling ditekankan adalah soal mental positif PPK/Satker itu sendiri, serta mengenai absorpsi digital 4.0, disiplin Standar Operasional Prosedur (SOP), self blamming atau introspeksi diri, curiosity atau rasa ingin tahu yang tinggi, dan konsistensi. Menurutnya, banyak negara yang pada dasarnya peniru, baik negara maju maupun negara berkembang. Yang membedakan dengan Indonesia, negara-negara peniru tersebut bisa konsisten dalam mengembangkan hasil tiruannya, sementara Indonesia belum bisa sampai kesana. Karena itu konsistensi harus diupayakan.

Pada sesi II Seminar I, peserta terdiri atas BPJN XXII Merauke, Taufik Akbar, BPJN XX Pontianak, Aji Wirapati, BPJN XII Balikpapan, Mareta Robiul Lissa, BBPJN V Palembang, Joko Sidik Purnomo, BPJN XXII Merauke, Zahrial Firman Rahmad, dan BBPJN VII Semarang, Januar Fajar Rinaldhi.

Pelatihan PISK Bidang Jalan dan Jembatan yang diselenggarakan di Balai Uji Coba Sistem Diklat, Kementerian PUPR tersebut secara keseluruhan diikuti 24 peserta yang dibagi ke dalam empat kelompok untuk pembimbingan PKSK.

Seminar itu sendiri ini dimaksudkan untuk melihat, menilai dan memberikan masukan terkait rancangan PKSK masing-masing peserta yang kemudian akan diaktualisasikan di 28 hari kerja mendatang di tempat kerja peserta yang bersangkutan.

Padan Seminar II berikutnya akan dilaksanakan setelah proses aktualisasi PKSK selesai. Seminar tersebut akan menilai laporan akhir peserta terkait keseluruhan proses PKSK.