Slide 1

Berita BPSDM > Target 100% Pelayanan Air Minum Butuh Pengelolaan SPAM Yang Profesional


Kamis, 08 Agustus 2019, Dilihat 41 kali

Pelatihan Pengembangan dan Pengelolaan SPAM di Makassar, Kamis (08/08)

Makassar (08/08) - Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) harus profesional untuk menjamin kelangsungan SPAM tersebut. Sementara dalam pengelolaan sarana air bersih yang sudah terbangun tersebut harus bisa memenuhi kebutuhan biaya operasional dan pemeliharaannya dari pendapatan penjualan air. Untuk mewujudkan manajemen pengelolaan yang profesional tersebut Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPSDM PUPR) mengadakan Pelatihan Pengembangan dan Pengelolaan SPAM Bagi Pejabat Kepala Balai dan Kepala Seksi pada Balai Prasarana Permukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya (Ditjen CK) Kementerian PUPR bertempat di Balai Diklat BPSDM PUPR Wilayah VIII Makassar, Kamis (08/08).

Sekretaris BPSDM PUPR, K.M. Arsyad, dalam sambutannya mengemukakan, pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari (8-10 Agustus) tersebut merupakan kebutuhan pelatihan yang bersifat problem solver, sebagaimana permintaan Direktur Jenderal Cipta Karya melalui Direktur Pengembangan SPAM yang ditujukan kepada para Kepala Balai, Kepala Seksi Perencanaan, dan Kepala Seksi Pelaksanaan, pada Balai Prasarana Permukiman Ditjen CK.

Saat ini BPSDM tengah mengembangkan penyelenggaraan pelatihan teknis yang diarahkan pada pelatihan sertifikasi keahlian, pelatihan kerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR, pelatihan penunjang program padat karya, pelatihan dalam rangka pemenuhan gap kompetensi, dan pelatihan penyiapan kaderisasi keahlian tertentu.

Pelatihan Pengembangan dan Pengelolaan SPAM bagi pejabat Kepala Balai dan Kepala Seksi pada Balai Prasarana Permukiman Ditjen CK dalam hal ini merupakan pelatihan teknis untuk meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) agar mampu menganalisis prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan air minum (termasuk readiness criteria pembangunan), koordinasi dengan Pemerintah Daerah (penguatan kelembagaan dan manajemen SDM), dan Quick Assessment terhadap usulan daerah.

Sementara itu, Direktur Pengembangan SPAM, Agus Ahyar, dalam sambutan pembukaan pelatihan, menerangkan dalam rangka memenuhi target Visium Kementerian PUPR 2020-2024 Bidang Infrastruktur Permukiman, yakni tercapainya 88% pelayanan air minum pada 2024 menuju akses 100% pelayanan air minum pada Visium Kementerian PUPR 2030, dibutuhkan SDM yang handal dan berkompeten dalam pembangunan infrastruktur permukiman, khususnya sektor air minum. SDM yang dimaksud dalam hal ini, adalah para Pejabat Inti Satker yang memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan, implementasi kebijakan, serta penyelenggara pembangunan infrastruktur, yang salah satunya melalui pelatihan pengelolaan pengembangan SPAM bagi Kepala Balai dan Kepala Seksi.

Seluruh pelatihan yang dilaksanakan oleh BPSDM telah didesain berdasarkan kebutuhan kompetensi unit organisasi. Agus yakin, dengan didukung para instruktur yang berpengalaman di bidangnya, pelatihan ini dapat dimanfaatkan pesertanuntuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan memberikan masukan yang konstruktif bagi pelaksanaan tusi peserta dalam mewujudkan tujuan pembangunan Infrastruktur di Indonesia.

Pelatihan Pengembangan dan Pengelolaan SPAM Bagi Pejabat Kepala Balai dan Kepala Seksi pada Balai Prasarana Permukiman Ditjen CK Kementerian PUPR tersebut merupakan pelatihan angkatan ke dua dari rencana tiga angkatan pelatihan yang akan dilaksanakan. Angkatan pertama dilaksanakan di Pelembang, angkatan ke dua dilaksanakan di Makassar, dan angkatan ke tiga rencana akan dilaksanakan di Jakarta pada 5 – 7 September 2019.

Jumlah peserta pelatihan di Makassar yang hadir sebanyak 25 orang, yang merupakan para Kepala Seksi di lingkungan Balai Prasarana Permukiman Ditjen CK. (Balai VIII)



‚Äč