Slide 1

Berita BPSDM > Politeknik PU Siap Ubah Wajah Dunia Jasa Konstruksi Indonesia


Kamis, 04 Juli 2019, Dilihat 177 kali

Direktur Politeknik PU

Semarang (04/07) - Politeknik Pekerjaan Umum (PU) siap mengubah wajah dunia konstruksi Indonesia menjadi lebih profesional dan lebih efisien dalam proses pembangunan dengan tata kelola dan kualitas yang benar. "Dan kata-kata efektif, efisien, dan profesional menjadi outcome dari produk alumni Politeknik PU di kemudian hari setelah turun di lapangan," ujar Indratmo Soekarno, Direktur Politeknik PU usai meninjau pelaksanaan ujian penerimaan mahasiswa baru Politeknik PU di Tembalang, Semarang, Kamis (4/7).

Lulusan Politeknik PU, lanjut Indratmo, akan menjadi tenaga kerja terampil yang unggul. "Kata unggul ini yang mati-matian kita terjemahkan didalam realisasi, dimana mereka itu harus mempunyai kemampuan untuk melaksanakan dan untuk mengawasi pekerjaan-pekerjaan di bidang pekerjaan umum," jelasnya. Untuk itu mahasiswa Politeknik PU akan mendapatkan beberapa mata kuliah khusus yang menjadi keunggulan Politeknik PU, seperti masalah green building, masalah banjir dan kekeringan, juga masalah teknologi terkini yang dipakai di lapangan di bidang pekerjaan umum.

Selain itu di tahun pertama perkuliahan mahasiswa juga akan didik betul dalam penguasaan Bahasa Inggris agar dengan kemampuan Bahasa Inggrisnya itu diharapkan kedepan mereka dapat memiliki keyakinan diri berhadapan dengan kontraktor, konsultan maupun orang asing. Mereka bisa berkomunikasi secara oral maupun tertulis.

Selanjutnya lulusan Politeknik PU, selain bisa melakukan evaluasi pekerjaan-pekerjaan yang berlangsung, juga bisa melakukan monitoring, evaluasi dan pemeliharaan. Disamping itu, karena Indonesia tengah berada di era industri 4.0, maka mahasiswa Politeknik PU akan diarahkan ke era tersebut. "Jadi penguasaan terhadap teknologi informasi, internet, harus kita berikan kepada mereka, bagaimana mahasiswa bisa menggunakan jaringan komunikasi secara cepat dan akurat," terang Indratmo, seraya mengatakan untuk itu mahasiswanya nanti akan lebih banyak melakukan praktek, magang, workshop, yang persentasenya lebih dari 60 persen dari seluruh proses pembelajaran, sehingga dengan demikian mata kuliah yang sifatnya teori tidak lebih dari 40 persen, dimana akan diberikan sebagai penunjang pekerjaan-pekerjaan di lapangan yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang in. Dengan sistem seperti itu nantinya pada semester VI mahasiswa Politeknik PU sudah ada di industri konstruksi. Jadi sembari magang mereka sambil menyelesaikan tugas akhirnya.

 

Ijazah dan serifikat

Lebih lanjut Idratmo mengatakan, lulusan Politeknik PU nantinya selain memegang ijazah juga akan memiliki sertifikasi keahlian. Untuk itu pihaknya sudah melakukan beberapa kunjungan ke pabrik baja, beton, juga ke asosiasi-asosiasi profesi. Dalam dua minggu kedepan Poloteknik PU akan mengadakan workshop dengan mengundang 25 asosiasi, baik kontraktor, konsultan, industri, jasa konstruksi, termasuk asosiasi profesi, serta Badan Litbang Kementerian PUPR yang akan diundang untuk menyusun kurikulum yang terbaik dimasa mendatang. Kurikulum yang tidak hanya untuk memenuhi tuntutan kebutuhan dimasa kini, tetapi yang juga sudah benar-benar mengacu pada kebutuhan teknologi dan pengetahuan praktis dimasa yang akan datang, termasuk penggunaan alat-alat berat. Sebagai contoh, orientasi pembangunan saat ini yang sudah dilakukan dengan sistim pra cetak, maka mahasiswa Politeknik PU juga harus menguasi ilmu pra cetak serupa. 

Intinya, tujuan akhir Politeknik PU, adalah bisa menghasilkan alumni yang unggul, baik unggul di bidang pengetahuan, keterampilan, maupun unggul dalam hal karakter. Jadi begitu diterima di Politeknik PU nantinya mahasiswa akan langsung ikut pendidikan bela negara untuk dididik disiplin, seperti jam 7:30 sudah harus duduk di kelas hingga jam 17:00. 

Mahasiswa akan menggunakan alat-alat berat, alat-alat uji yang sama digunakan oleh praktisi. Indratmo mengakui, untuk mengimplementasikan semua itu dibutuhkan investasi yang besar. Namun, menurutnya, PUPR benar-benar menginginkan politeknik yang unggul, sehingga akan melaksanakan rencana-rencana tersebut dengan segala konsekuensinya. Itu semua ditempuh agar Kementerian PUPR bisa menyediakan SDM yang memadai, baik dalam bentuk manusia, dalam bentuk finansial, dalam bentuk sarana dan prasarana, juga tata kelola yang menunjukkan kita good governance. (Tts)