Slide 1

Berita Ditjen Cipta Karya > PISEW Buka Akses Distribusi Perkebunan Warga Pinang Raya Bengkulu


Rabu, 03 Juli 2019, Dilihat 456 kali

Akses Distribusi Perkebunan Warga Pinang Raya Bengkulu
Sebagai upaya dalam pengentasan kesenjangan antar wilayah, Direktorat Jenderal Cipta Karya melakukan program pengembangan infrastruktur di kawasan khusus. Salah satunya adalah dengan melakukan pembangunan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM). Program ini diselenggarakan melalui bentuk pemberdayaan dan partisipasi masyarakat sehingga memberikan kontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja.
 

Salah satu program IBM di kawasan perdesaan adalah program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang merupakan pembangunan infrastruktur terutama jalan akses penghubung antar desa guna menunjang kegiatan sosial ekonomi masyarakat sebagai pelaku utama dari proses perencanaan, pelaksanaan serta pemeliharaan berdasarkan potensi wilayah. 

Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara merupakan salah satu penerima manfaat dari terselenggaranya program PISEW tersebut. Dengan terselenggaranya program PISEW tersebut, antara desa Bukit Harapan dan desa Sumber Mulya telah memiliki akses penghubung baik dalam mendistribusikan hasil perkebunan maupun dalam transportasi. 

Kepala Desa Bukit Harapan Heru Wahyono sangat mengapresiasi adanya pembangunan jembatan melalui program PISEW yang dilaksanakan pada tahun 2018 yang telah banyak memberi manfaat kepada warga kedua desa. 

“Jembatan yang dibangun ini merupakan satu-satunya akses penghubung antara Desa Bukit Harapan dan Desa Sumber Mulya. Sehingga warga dari Bukit Harapan tidak perlu lagi memutar jauh ke Kota Ketahun Untu menuju Desa Sumber Mulya yang secara administrasi sebenarnya bersebelahan, namun terpisahkan oleh Sungai Air Mupal Bawah,” terang Heru beberapa waktu lalu. 

Sementara, salah satu warga Desa Bukit Harapan, Maksum mengungkapkan bahwa dengan adanya jembatan sekarang warga dapat dengan mudah mendistribusikan hasil perkebunan. 

“Masya Allah, kami sangat senang dengan adanya jembatan ini karena akses ke Kota Ketahun yang merupakan tempat menjual hasil perkebunan sawit dan karet menjadi sangat dekat. Selain itu, pihak pabrik yang biasa membeli hasil kebun kami sekarang dapat masuk ke sini sehingga biaya pendistribusian hasil perkebunan menjadi berkurang dan alhamdulillah penghasilan kami jadi bertambah,”  ungkap Maksum. (Memo/Bengkulu/ari)



‚Äč