Slide 1

Berita BPSDM > Perlu Manajemen SDA Yang Baik Untuk Atasi Kelangkaan Air


Senin, 24 Juni 2019, Dilihat 70 kali

Ilustrasi

Palembang (24/06) - Perlu manajemen sumber daya air yang baik agar dapat menjaga stabilitas ketersediaan air bagi masyarakat. Demikian dikemukakan Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan PUPR Wilayah II Palembang,Teuku Faisal Riza, pada pembukaan Pelatihan Perencanaan Teknis Hidrologi dan Alokasi Air di Palembang, Senin (24/6).

Air merupakan salah satu zat yang sangat esensial bagi kehidupan manusia, mengingat kehidupan manusia tidak terlepas dari ketersediaan air tersebut. Perannya yang sangat vital dalam memenuhi hajat hidup rakyat mengharuskan air digunakan secara terencana.

Penggunaan dan penyediaan air untuk keperluan pokok kehidupan sehari-hari, baik oleh perorangan maupun oleh sekelompok masyarakat, dilakukan sesuai dengan adat kebiasaan setempat dan persyaratan yang bersangkutan dengan teknik penyehatan dan kesehatan lingkungan. Untuk keperluan pertanian, pengaturan penggunaan air dilakukan dengan menghormati adat kebiasaan masyarakat setempat, sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan umum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kebutuhan masyarakat Indonesia akan air semakin meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk. Secara umum, kebutuhan setiap manusia akan air hampir 2.000 meter kubik per tahun, tetapi akses terhadap air hanya sekitar 1.300 meter kubik per tahun. Namun demikian besarnya kebutuhan tersebut tidak diimbangi dengan pasokan air yang memadai. Ini yang menyebabkan terjadinya kelangkaan air. Sebaliknya di sebagian wilayah Indonesia, seperti di Sumatera, sering terjadi banjir yang juga dapat merusak dan menggangu. Atas dasar itu pelatihan Perencanaan Teknis Hidrologi dan Alokasi Air dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan ASN dalam mengelola sumber daya air. Peningkatan kualitas SDM tersebut juga sebagai bukti keikutsertaan dan kepedulian Pemerintah dalam menanggulangi masalah kelangkaan air maupun banjir yang marak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Pelatihan Perencanaan Teknis Hidrologi dan Alokasi Air yang dilakukan selama enam hari (24-29 Juni 2019) tersebut diikuti 24 peserta yang berasal dari unit-unit organisasi dibawah layanan BPSDM Kementerian PUPR.(Balai II & Datin)