Slide 1

Berita BPSDM > Gandeng Pemkot Semarang, BPSDM Gelar Pelatihan Pengendalian Longsor Di Semarang


Rabu, 19 Juni 2019, Dilihat 197 kali

Semarang (17/06) 

Peningkatan intensitas bencana memerlukan upaya penanggulangan bencana secara komperhensif, multisektor, terpadu dan terkoordinasi antar-instansi terkait. Demikian sambutan tertulis Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, yang dibacakan Sekda Kota Semarang, pada pembukaan Pelatihan Pengendalian Longsor di Semarang yang bertempat di Balai Diklat PUPR Wilayah V Yogyakarta (19/6). 

Seperti diketahui Indonesia merupakan negara yang berada di daerah rawan bencana, baik bencana yang disebabkan oleh faktor alam ataupun non-alam dan juga oleh faktor manusia, kejadian bencana di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Disisi lain sampai saat ini kita masih mempunyai kelemahan dalam hal penanggulangan bencana. Dari adanya bencana setidaknya harus bisa diidentifikasi, dianalisis dan diambil tindakan pencegahan dan mitigasi bencana, sehingga dapat mengurangi tingkat resiko suatu bencana. Untuk itu diperlukan pelatihan penanggulangan bencana untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, aparatur, dan masyarakat, serta kelembagaan. 

Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama terkait Diklat Pengendalian Bencana Longsor di Kota Semarang, yaitu: pengendalian bencana longsor diarahkan dengan menitikberatkan pada pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana; orientasi serta pemahaman siklus bencana longsor merupakan satu kesatuan penanganan penanggulangan bencana yang saling berkesinambungan dan bersinergi lintas OPD; peningkatan kapasitas SDM, aparatur dan masyarakat, serta kelembagaan penanggulangan bencana yang sangat memerlukan penguatan kapasitas, salah satunya melalui diklat pengendalian longsor. 

Pelatihan yang merupakan kerjasama antara Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDA dan Konstruksi, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementarian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Pemerintah Kota Semarang ini berlangsung selama delapan hari (17-25 Juni 2019). (datin)

 



‚Äč