Slide 1

Berita Ditjen Bina Marga > Kesiapan Jalan Tol Hadapi Arus Mudik 2019


Selasa, 21 Mei 2019, Dilihat 300 kali

JAKARTA-(BINA MARGA) Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto  memaparkan kesiapan jalan tol terutama di pulau Jawa dan Sumatera kepada awak media pada acara Forum Merdeka Barat 9 di kantor Kementerian Informasi dan Komunikasi, Jakarta pada Senin (20/05).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, fokus utama jalur mudik  di pulau Jawa dan Sumatera. Pilihan jalur yang dipilih pemudik pun beragam, bisa melalui jalan tol atau jalan nasional.

Sugiyartanto mengatakan, mudik kali ini Tol Trans Jawa sudah beroperasi  penuh sepanjang 965 Km dari Merak di Banten hingga Probolinggo di Jawa Timur.

"Di Jatim juga ada yang (baru) operasional sepanjang 31 Km bagian dari di tol Pandaan - Malang seksi 1-3," jelasnya.

Meskipun sudah beroperasi, tol Pandaan-Malang tersebut belum mengenakan tarif kepada kendaraan yang melintasinya. Dirjen Bina Marga menuturkan, agar menambah kenyamanan pemudik ketika keluar dari Jakarta. Sugiyartanto mengatakan bahwa Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama akan direlokasi ke dua titik guna mengurangi sumbatan kendaraan. Pertama, pemudik langsung keluar di GT Cikampek Utama bagi yang menuju tol Cipularang atau keluar melalui GT Kalihurip Utama bagi pemudik tujuan Tol Cikampek (ke Jawa).

Pada saat arus mudik nanti, GT Cikampek Utama akan melayani dengan 21 gardu masuk dan 21 gardu keluar. Sementara GT Kalihurip Utama melayani melalui 22 gardu masuk dan 22 gardu keluar. Jumlah tersebut berlaku pada skenario One Way.

Sugiyartanto juga mengatakan bahwa Tol Jakarta Cikampek (Japek) II (elevated) sepanjang 36,4 km belum bisa di fungsikan selama arus mudik nanti. Pasalnya ada beberapa titik yang bersinggungan dengan konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan Light Rail Transit.

"Jadwal konstruksi ketiganya bersamaan, akhirnya kita sepakat tol dulu," ujarnya.

Meski begitu, ia menjamin empat lajur tol Cikampek eksisting akan bebas dari hambatan karena pekerjaan konstruksi dihentikan selama mudik lebaran. "H-10  sampai H+10 pekerjaan stop dan pengaturan lalin tergantung situasi, " katanya.

Sementara di Tol Trans Sumatera, pemudik bisa menjajal beberapa ruas Tol baru yang difungsionalkan, yaitu Terbangi Besar-Pematang Panggang sepanjang 189 km di Provinsi Lampung, Kayu Agung - Palembang Betung ( 33 Km) di Sumatera Selatan, serta segmen Helvetia - Jl. Veteran (2,8 km) bagian dari tol Medan-Binjai.

"Meski sifatnya fungsional, sebenarnya kondisi fisiknya sudah bisa operasional (berbayar) namun masih ada kelengkapannya yang kurang," ucap Sugiyartanto.

Dia juga mengatakan bahwa masyarakat harus mengantisipasi titik macet di exit GT Terbangi Besar. "Ya itu macet karena ada pasar kita akan koordinasi dengan kepolisian," jelasnya.

Adapun Tol Trans Sumatera yang telah beroperasi dan digunakan sebagai jalur mudik adalah Tol Bakauheni -Terbangi Besar (140 km), Palembang- Indralaya (21,93 km), Helvetia-Semayang (6,18km), Semayang-Binjai ( 4,28 km), Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi (62,11km), dan Belawan-Medan-Tanjung Morawa (42,7km).

Sugiyartanto mengatakan bahwa  pemerintah menargetkan Tol Trans Sumatera yang membentang dari Aceh hingga Lampung akan rampung pada 2024. (ian)