Slide 1

Berita BPJT > Relokasi GT. Cikarang Utama, Jalan Tol Jakarta – Cikampek Terapkan Sistem Transaksi Satu Kali Pembayaran


Jumat, 17 Mei 2019, Dilihat 490 kali

Jakarta – Pemerintah terus berupaya untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas kendaraan yang berada di ruas Jalan Tol Jakarta - Cikampek. Salah satu langkah yang dilakukan yaitu perpindahan transaksi pembayaran (Relokasi) Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama ke GT Cikampek Utama di KM 70, dan GT Cikarang Utama ke GT Kalihurip Utama di KM 67.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan pemindahan GT Cikarang Utama jika dilihat dari sisi transaksi pembayaran akan menjadi sistem transaksi terbuka atau hanya satu kali pembayaran. Hal ini telah disepakati berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 481/KPTS/M/2019 tentang Penetapan Tarif dan Perubahan Sistem Pengumpulan Tol Pada Jalan Tol Jakarta – Cikampek yang diterbitkan sejak 15 Mei 2019.

“Masyarakat banyak merasakan keuntungan dengan adanya pemindahan gerbang tol ini, seperti manfaat yang dirasakan secara massive dalam menghindari antrian saat melakukan pembayaran di gerbang tol,” kata Danang pada saat Jumpa Pers Perubahan Sistem Pengumpulan Tol pada Jalan Tol Jakarta – Cikampek, di Kementerian PUPR, Kamis (16/5/19).

Danang menjelaskan, terdapat hal yang menjadi perhatian penting terkait perubahan sistem transaksi ini. Seperti, dalam mendukung berjalannya proyek pembangunan infrastruktur di sepanjang jalan tol Jakarta – Cikampek yang menjadikan pergerakan pengguna jalan tol menjadi kurang lancar.

“Sehingga pemerintah mengambil langkah yang berjangka panjang dalam mengurangi dampak kemacetan dan antrian pembayaran yang juga disebabkan oleh arus pertumbuhan kendaraan setiap tahunnya. Kemudian langkah ini juga dilakukan dalam kesiapan pemerintah mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik lebaran 2019," jelasnya.

Selanjutnya, Direktur Operasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur juga mengatakan, pemindahan transaksi pembayaran GT Cikarang Utama akan berlaku mulai tanggal 23 Mei 2019 pukul 00.00 WIB. Dengan adanya perubahan sistem transaksi ini, pada kendaraan dari arah Jakarta menuju ke Cikampek, hanya melakukan transaksi pembayaran di akses keluar (off ramp pay) dengan membayar tarif tol merata yang sudah ditentukan penyesuaian tarifnya.

“Sebaliknya, untuk kendaraan yang berasal dari Cikampek menuju arah Jakarta, transaksinya dilakukan pada akses masuk (on ramp pay) dengan membayar tarif tol merata disesuaikan pada wilayah pentarifannya,” kata Subakti Syukur.

Adapun untuk perubahan sistem pentarifan dengan transaksi terbuka Golongan I pada jalan tol Jakarta - Cikampek terbagi menjadi empat wilayah, yaitu Wilayah 1 dengan tarif Rp. 1.500 untuk GT. Jakarta IC sampai GT Pondok Gede Barat/Timur. Pada wilayah 2 dengan tarif Rp 4.500 berlaku untuk GT Jakarta IC-GT Cikarang Barat. Wilayah 3 dengan tarif Rp 12.000 berlaku mulai dari GT Jakarta IC-GT Karawang Timur. Terakhir, Wilayah 4 dengan tarif Rp 15.000 berlaku mulai dari GT Jakarta IC-GT Cikampek.

Setelah beroperasinya GT Cikampek Utama akan disediakan sebanyak 15 gardu masuk dan 15 gardu keluar. Kemudian pada GT Kalihurip Utama, juga disediakan sebanyak 17 gardu masuk dan 15 gardu keluar. Sistem transaksi terbuka diberlakukan mulai dari ruas tol Cawang – Pondok Gede Timur/Barat dan Cawang – Cikampek (Ruas Cawang – Cikampek).

Guna menghindari penumpukan kendaraan saat transaksi pembayaran pada arus mudik Lebaran 2019, GT Cikampek Utama akan menyediakan penambahan gardu menjadi 21 gardu masuk atau 21 gardu keluar (one way). Kemudian pada GT Kalihurip Utama juga akan disediakan 22 gardu masuk atau 22 gardu keluar (one way) serta mengoperasikan Mobile Reader. (ADCA)