Slide 1

Berita PUPR > Rusun Seminari Tinggi St.Petrus Ritapiret Siap Dihuni


Senin, 06 Mei 2019, Dilihat 8 kali

Sikka – Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja pada masa reses didampingi mitra kerja dari Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, BASARNAS dan BMKG ke Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (3/5).   

Pada akhir tahun 2018 Kementerian PUPR melalui Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Rumah Susun telah menyelesaikan pembangunan rumah susun yang peruntukan bagi mahasiswa senilai Rp 13,2 M di Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret, Kab. Sikka, Provinsi NTT sebanyak 1 Tower Blok (TB) 3 lantai 37 unit dengan tipe 24 dan berkapasitas 144 mahasiswa. Rusun telah dilengkapi dengan meubelair berupa kursi dan meja belajar, tempat tidur tingkat, tempat tidur difabel, dan lemari sedang.

Bersamaan dengan Kunker Komisi V ke Rusun Seminari Tinggi tersebut, dilakukan prosesi potong pita oleh Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi dan Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis, yang menandakan bahwa rusun telah siap untuk dihuni segera setelah seluruh ruangan dilengkapi gordin dan sprei yang akan diserahkan oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan yang disampaikan Wakil Josef saat memberikan sambutan. 

Moch.Yusuf Hariagung selaku Direktur Rumah Umum dan Komersial yang turut mendampingi rombongan Komisi V dalam kunker tersebut berharap Rusun Seminari ini dapat dimanfaatkan dengan baik karena merupakan fasilitas dari Pemerintah dan telah dapat segera dihuni. 

Fary menambahkan, “Rusun ini merupakan model rusun terbaik pembangunan rusun di Indonesia dengan fasilitas lengkap dari Kementerian PUPR.” Beliau juga menginstruksikan agar Kementerian PUPR segera membangun turap di sekeliling Rusun Seminari Tinggi St. Petrus guna mencegah longsor sesuai dengan usulan dari Rektor Seminari Tinggi RD.Dr. Phillips Ola Daen. 

Pada kesempatan yang sama, Kasatker PJN IV NTT, Herman Ropa Rohi menyanggupi untuk merespon cepat laporan dari masyarakat terkait ruas jalan nasional yang berpotensi dan terkena longsor. Terkait pembangunan Bendungan Nepun Gete, Kementerian PUPR melalui BPJN X Kupang akan memfasilitasi dengan pembuatan jalan akses. Saat ini, Bendungan Nepun Gete telah mencapai progres pembangunan 60% dengan tampungan maksimal 14,34 juta m3, debit air baku 214 liter/detik dan irigasi lahan pertanian di Daerah Irigasi Nebe seluas 300 Ha. 

Turut mendampingi dalam kunker tersebut Kepala BWS Nusa Tenggara II, Agus Sosiawan, dan Kepala Satker Pengembangan Perumahan Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Bisma Staniarto. (AsNov_PPHAL)

 

 

 

 

 



‚Äč