Slide 1

Berita BPSDM > BPSDM Terus Lakukan Pelatihan Bersertifikasi Keahlian


Jumat, 26 April 2019, Dilihat 473 kali

Peserta On the Job Training (OJT) serius mendengarkan pengarahan dari narasumber pendamping

Banjarmasin (26/4) - Dalam rangka meningkatkan kompetensi ASN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) maka BPSDM giat melakukan pelatihan bersertifikasi keahlian bekerjasama dengan Lembaga Asosiasi. Dalam bidang Sumber Daya Air bekerjasama dengan Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) dan Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI BB), bidang Jalan dan Jembatan bekerjasama dengan Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI). Dalam bidang ciptakarya bekerjasama dengan Asosiasi KSM Sanitasi Seluruh Indonesia (AKSANSI), Asosiasi Perawatan bangunan Indonesia (APBI), Lembaga Sertifikasi Profesi Air Minum Indonesia (LSP-AMI) dan bidang Jasa Konstruksi bekerjasama dengan dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP), Lembaga Sertifikasi Profesi Asosiasi Ahli K3 Konstruksi (LSP-A2K4) serta bidang Manajemen bekerjasama dengan Arsip Nasional, Badan Diklat Kementerian Keuangan, Lembaga Administrasi Negara, PPM.

Dalam rangka kerjasama tersebut, sejak awal tahun hingga 26 April 2019, BPSDM telah melakukan pelatihan bersertifikasi sebanyak 1068 peserta dengan rincian bidang SDA 337 peserta, bidang Jalan dan Jembatan 51 peserta, bidang Jasa Konstruksi 596 peserta dan bidang Manajemen 84 peserta.

 

Peserta On the Job Training (OJT) serius mendengarkan pengarahan dari narasumber pendamping

 

Salah satu pelatihan bersertifikasi yang hari ini (26/4) ditutup adalah pelatihan Operasi dan Pemeliharaan Rawa di Balai Diklat Wilayah VII Banjarmasin, dimana setelah penutupan pelatihan, peserta diikutsertakan dalam ujian sertifikasi Keahlian untuk jenjang Ahli Muda dari HATHI.

Kepala BPSDM Lolly Martina Martief yang dalam hal ini diwakili Pusdiklat SDA dan Konstruksi menyampaikan bahwa Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan Rawa bersertifikasi HATHI, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan demi meningkatkan kompetensi ASN Kementerian PUPR yang ahli dan berkualitas serta bersertifikat di bidang Teknik Pengairan.

Peserta Pelatihan OP Rawa juga mengikuti kegiatan On the Job Training (OJT) di Desa Terantang Kec. Mandastana, Kab.Barito Kuala, Kalimantan Selatan yang terbagi menjadi tiga kelompok pelatihan yang masing-masing memiliki tugas berbeda, yakni kelompok satu bertugas melakukan penilaian kebutuhan infrastruktur dan pengadaan Sarana Prasarana, kelompok dua mengenai OP Jaringan, dan kelompok tiga mengenai Sistem Usaha Tani.

 

Peserta On the Job Training (OJT) saat melakukan kunjungan lapangan

 

Seperti diketahui, Indonesia memiliki potensi lahan rawa mencapai 33,4 juta ha yang belum maksimal pemanfaatannya. Salah satu contoh keberhasilan dalam mengoptimalisasi lahan rawa terjadi di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Tercatat 250 ha hamparan padi siap panen meramaikan acara Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 pada 18-21 Oktober 2018 lalu.

Pemanfaatan rawa untuk perluasan lahan pertanian sendiri merupakan salah satu poin dalam nawacita yang ditetapkan pemerintah, dimana perluasan lahan pertanian tidak hanya mencetak sawah saja, tetapi juga menambah luas lahan tanaman, meningkatkan indeks pertanaman, serta menambah luas lahan baku. (Tts)