Slide 1

Berita BPPSPAM > PDAM Tirta Deli Tingkatkan Cakupan Layanan Melalui Kerjasama B To B


Senin, 15 April 2019, Dilihat 172 kali

Masih rendahnya tingkat cakupan layanan air minum perpipaan di Kabupaten Deli Serdang, memacu PDAM mencari alternatif pembiyaan pembangunan infrastruktur SPAM untuk meningkatkan cakupan layanannya melalui kerjasama investasi dengan skema business to business (B to B) dengan badan usaha swasta.

"Mengingat adanya keterbatasan dana PDAM untuk membangun infrastruktur secara mandiri, kami berencana untuk mengajak badan usaha swasta berinvestasi membantu kami memperluas cakupan layanan air minum kepada masyarakat, "kata Direktur PDAM Tirta Deli, Batara Imbrahdjaya Nasution dalam kunjungannya di kantor Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM), Kamis (11/04/19)

PDAM berencana meningkatkan cakupan layanan dari 20.47% menjadi 43.84% melalui investasi B to B dengan membangun unit pengolahan baru dan memperbaiki IPA Sungai Ular A&B di Lubuk Pakam dengan kapasitas rencana sekitar 500 liter per detik dengan mengambil air baku dari Sungai Belumai.

Infrastruktur SPAM yang akan dibangun akan diamnfaatkan untuk memberikan akses air minum perpipaan Kecamatan Percut Sei Tuan, Kecamatan Batang Kuis, Kecamatan Tanjung Morawa; dan Kecamatan Lubuk Pakam, serta Kecamatan Perbaungan yang terletak di Kabupaten Serdang Bedagai. 

Untuk mewujudkan hal tersebut, PDAM Kabupaten Deli Serdang meminta dukungan dari BPPSPAM untuk dapat mendampingi PDAM melakukan kerjasama dengan badan usaha. 
Anggota BPPSPAM Unsur Penyelenggara, Henry M Limbong mengapresiasi niat PDAM untuk memperluas cakupan pelayanan dan berkomitmen akan melakukan pendampingan kepada PDAM.

"Kami siap untuk mendampingi selama proses kerjasama SPAM yang akan dilakukan mengikuti prosedur sesuai dengan peraturan yang berlaku."kata Limbong. 

Selain menyiapkan lokasi lahan IPA, hal penting lain yang harus dilakukan PDAM adalah mereview Peraturan Direksi PDAM terkait kerjasama yang sudah ada sebelumnya disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di lapangan. 

Kepala Bagian Pelayanan Informasi dan Kerjasama BPPSPAM, Oscar siagain menambahkan agar PDAM melakukan perhitungan ulang kebutuhan riil air yang dapat diserap oleh daerah yang akan dilayani sehingga biaya investasi yang dikeluarkan seimbang dengan manfaat yang diperoleh masyarakat tanpa merugikan PDAM di kemudian hari. (el/CS)