Slide 1

Berita Ditjen Cipta Karya > Pengembangan Kota Hijau Untuk Kota Yang Layak Huni dan Berkelanjutan di Sumbar


Senin, 18 Maret 2019, Dilihat 151 kali

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Sumatera Barat Syafriyanti dalam Padang Economic Conference yang dilaksanakan pada Kamis (14/03/2019) di Padang, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur yang tepat guna akan meningkatkan kualitas lingkungan suatu kota dan akan serta merta meningkatkan perekonomian.
 

Dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai hambatan situasi global, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya memiliki peran yang cukup signifikan. Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Sumatera Barat Syafriyanti dalam Padang Economic Conference yang dilaksanakan pada Kamis (14/03/2019) di Padang, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur yang tepat guna akan meningkatkan kualitas lingkungan suatu kota dan akan serta merta meningkatkan perekonomian.

Pertumbuhan suatu kota akan berdampak pada tingginya angka urbanisasi yang juga menimbulkan efek negatif seperti penurunan kualitas lingkungan, minimnya infrastruktur dasar, dan meningkatnya kawasan kumuh. Menanggapi hal demikian, Kementerian PUPR memiliki strategi pembangunan perkotaan yaitu pemenuhan standar pelayanan perkotaan untuk mewujudkan kota layak huni, terwujudnya 100% indikator kota hijau serta tercapainya 100% indikator kota cerdas dan berdaya saing.

Lebih lanjut, Syafriyanti mengungkapkan beberapa kriteria kota layak huni yaitu tersedianya hunian masyarakat kota yang layak, aman, nyaman serta ramah bagi lansia dan difabel, tersedianya sistem sanitasi skala kawasan dan kota yang layak, terkelolanya air bersih, sampah dan limbah. Selain itu, pengembangan konsep kota hijau bertujuan untuk  mengurangi serta mencegah penurunan kualitas lingkungan, Direktorat Jenderal Cipta Karya berupaya melalui Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) dengan delapan atribut kota hijau yaitu green planning and design, green open space, green community, green waste, green water, green energy, green transportation, green building.

Padang Economic Conference dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian dan dihadiri oleh Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, para akademisi dan pengusaha.(rjp/bppwsumbar/ari)



‚Äč