Slide 1

Berita BPPSPAM > Jakstranas Penyelenggaraan SPAM Harus Mencakup Manajemen Penanggulangan Bencana


Rabu, 06 Maret 2019, Dilihat 242 kali

Meningkatnya kejadian bencana alam di Indonesia mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun infrastruktur tahan bencana. Salah satu infrastruktur yang belum memiliki perencanaan pembangunan tahan bencana adalah sistem penyediaan air minum (SPAM).

Padahal di sisi lain infrastruktur SPAM merupakan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di daerah rawan bencana maupun pasca bencana. Oleh karena itu diperlukan kebijakan pembangunan SPAM yang telah memasukkan rencana manajemen dalam penanggulangan bencana.

“Mengingat proses konstruksi penyelenggaraan SPAM belum mengantisipasi terjadinya bencana dan Indonesia belum memiliki manajemen penanggulangan bencana dalam penyelenggaraan SPAM, maka sudah seharusnya antisipasi penanganan bencana penyelenggaraan SPAM perlu dituangkan dalam Jakstranas”kata Direktur Pengembangan SPAM, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Agus Ahyar dalam acara Seminar Upaya Penyelenggaraan SPAM dalam Menghadapi Bencana Alam, Selasa (05/03/19).

Hal serupa disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. Menurut Sutopo, penyediaan air minum sangat diperlukan di daerah rawan bencana maupun pasca bencana sehingga perlu dibuat kebijakan penyelenggaraan SPAM dalam menghadapi bencana perlu segera dibentuk dengan menggunakan skenario terburuk sesuai tingkat resiko suatu daerah.

Sementara itu, Dirjen Cipta Karya, Danis Sumadilaga menyampaikan bahwa untuk mendukung penyelenggaraan SPAM di daerah rawan bencana maupun daerah pasca bencana diperlukan dukungan pendanaan dari Pemerintah Daerah setempat. “Baik pemerintah pusat atau pemda berkewajiban untuk mengalokasian anggaran penanggulangan bencana dalam bentuk dana siap pakai sehingga penanganan dan pembangunan kembali infrastruktur pasca bencana dapat segera direalisasikan,”tegasnya.



‚Äč