Slide 1

Berita BPPSPAM > Keberhasilan KPBU Infrastruktur Air Minum Membuka Kran Investasi Daerah


Selasa, 05 Maret 2019, Dilihat 65 kali

Keberhasilan pelaksanaan kerjasama dengan badan usaha (KPBU) di bidang infrastruktur air minum dapat menarik para investor untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur lain di daerah secara lebih luas.

“Beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh Pemda apabila berhasil melakukan kerjasama investasi dengan  badan usaha dalam bidang SPAM yaitu mendapatkan transfer pengetahuan dan teknologi dari pihak badan usaha, alokasi pembagian resiko, target spesifik periode kontruksi sehingga terhindar dari siklus anggara multiyears dan menarik investor membangun infrstruktur bidang lainnya,”kata Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Ekonomi dan Investasi, Mohammad Zainal Fatah dalam acara  Workshop Perception Building Kerjasama Investasi Penyelenggaraan SPAM di Wilayah Barat di Yogyakarta, Senin (04/03/19). 

Selain itu Pemda juga akan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Pusat berupa fasilitas penyiapan proyek, dukungan kelayakan, dukungan sebagian kontruksi, penjaminan infrastruktur dan kebijakan regulasi untuk mendukung terlaksananya proyek KPBU di daerah. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk memperkuat pembangunan infrastruktur di daerah.

Sementara itu Ketua BPPSPAM, Bambang Sudiatmo menyampaikan keberhasilan KPBU bidang air minum sangat tergantung pada komitmen Pemda sebagai penanggungjawab penyelenggaraan air minum di daerah.  BPPSPAM berharap melalui kegiatan workshop ini, PDAM dan stakeholder terkait  mendapatkan pemahaman yang sama tentang KPBU di bidang air minum sehingga dapat menciptakan iklim yang kondusif untuk investasi pengembangan SPAM.

Acara workshop yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga, diantaranya Anggota BPPSPAM unsur Penyelenggara dan unsur Profesi, Advisor Bidang Kelembagaan BPPSPAM, Direktur Pengembangan SPAM, Ditjen Cipta Karya dan PT. PII. Hadir dalam acara ini perwakilan PDAM di Wilayah Barat yang memiliki potensi pengembangan SPAM dan perwakilan dari Badan Perencanaan Pengembangan Pembangunan Daerah (BAPPEDA). (el/Nag)



‚Äč