Slide 1

Berita BPSDM > Kemensetneg Ajak Generasi Muda PUPR dalam Tangani Aduan Masyarakat secara Cepat


Selasa, 26 Februari 2019, Dilihat 319 kali

Suasana diskusi dalam Ruang Aspirasi di Kemensetneg

Jakarta (26/02) – Hari ini, rombongan peserta pelatihan kepemimpinan tingkat IV Kementerian PUPR adakan kunjungan ke Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dalam rangkaian pembelajaran sebagai pelayan publik yang baik terkait Agenda Inovasi. Sebagai Informasi, pelatihan kepemimpinan tingkat IV kali ini diselenggarakan pada 6 Februari – 25 Mei 2019. Dengan jumlah peserta 30 orang dari berbagai unit organisasi di lingkup Kementerian PUPR. 

Di sini R. Hadi Nugroho, Asisten Deputi Masyarakat selaku perwakilan dari Kemensetneg menyambut baik para Peserta pelatihan dan mengajak berdiskusi tentang inovasi terkait Monitoring Penanganan Pengaduan Masyarakat.

Hadi menghimbau para peserta pelatihan yang mana merupakan pejabat eselon IV, yang telah memiliki otoritas dalam pengambilan kebijakan di organisasi untuk dapat menyelesaikan pengaduan masyarakat secara tepat, dan dapat melawan berita hoax. 

 

Kepala Balai Diklat PUPR Wilayah III Jakarta Yunaldi menerima plakat dari Kemensetneg yang diberikan oleh R. Hadi Nugroho, Asisten Deputi Masyarakat

 

“Kami sebagai fasilitator pengaduan masyarakat sangat berupaya dalam menyelesaikan setiap aduan yang kami terima. Namun, kendalanya beberapa kasus tidak diceritakan secara lengkap sehingga menghambat proses penyelesaian. Dan sayangnya, hambatan tersebut dianggap sebagai abai pada kasus mereka, padahal aduan yang disampaikan tidak mendetail”, demikian ucap Hadi dalam membuka forum diskusinya. 

Di Kemensetneg memang menyediakan ruang pengaduan masyarakat secara terbuka. Pengaduan masyarakat dan penyajian informasi pengaduan masyarakat, bukan merupakan muara penyelesaian masalah. Setiap bentuk penyelesaian tetap mengikuti kaidah hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengajuan/pengiriman berkas/surat pengaduan masyarakat tetap dilakukan melalui media surat yang ditujukan kepada Presiden RI dan atau Menteri Sekretaris Negara RI. 

Salah satu peserta pelatihan menanyakan ukuran standar keberhasilan kinerja dalam menangani aduan dari masyarakat dan bagaimana anggaran dalam hadapi aduan tersebut, mengingat kasusnya sangat beragam pada sesi tanya jawab. Indikator sebuah kasus dianggap selesai berbeda-beda, karena setiap aduan diupayakan langsung dihubungkan dengan instansi terkait, sebab tidak mungkin akan dibebankan pada Kemensetneg sepenuhnya. Contohnya sengketa tanah, tentu akan memerlukan waktu yang lebih lama. Karena banyak faktor, bisa dari BPR, Pemda, perusahaan maupun masyarakat itu sendiri. Kemensetneg pun tetap berupaya mendampingi hingga kasus tersebut selesai meskipun tetap saja setiap aduan yang terima memiliki tenggat waktu, dan tidak akan sepenuhnya memuaskan pengadu (masyarakat). 

 

Foto bersama di depan Pusdiklat Kemensetneg

“Kami berharap metode pengaduan yang sederhana ini dapat direpiklasi di instansi lain. Agar permasalahan masyarakat dapat segera teratasi dan menjangkau hingga masyarakat pelosok dengan respon yang lebih cepat”, tambah Hadi. 

Banyak hal yang menarik disampaikan dalam sesi kunjungan kali ini, sebab sebagai instansi pemerintahan sejatinya adalah pelayan publik. Masyarakat harus memiliki kepercayaan pada pemerintah, agar ada kesinambungan antar pihak. Sehingga sebagai pelayan publik harus berusaha mendengar keluhan masyarakat dan menanganinya. Terlebih Kementerian PUPR sebagai komandan infrastruktur negeri pasti sangat banyak mendapat aduan masyarakat. Oleh karena itu, melalui visitasi ini diharapkan dapat lebih proaktif terhadap aduan masyarakat dan sesuai motto PUPR yakni Sigap Membangun Negeri.

Pada acara Visitasi ke Pusdiklat Kemensetneg ini turut dihadiri Kepala Balai Diklat PUPR Wilayah III Jakarta Yunaldi, Widyaiswara Utama PUPR dan Kepala Seksi Penyelenggara–Kristo Putranto. Setelah rangkaian visitasi ini selesai, peserta kembali ke Kampus Balai Diklat PUPR untuk menyusun paparan dan mendiskusikan apa yang didapat oleh peserta selama mengikuti visitasi. (Rz) 

 



‚Äč