Slide 1

Berita BPJT > Dialog Interaktif “Penerapan Smart Technology dalam Pengawasan Jalan Tol” oleh BPJT


Jumat, 22 Februari 2019, Dilihat 202 kali

Dimulai pada tahun 2011, Indonesia telah memasuki Industri 4.0. Hal ini ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi, dan batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya melalui teknologi informasi dan komunikasi.

Indonesia saat ini memiliki 10 Strategi Prioritas Nasional Making Indonesia 4.0, antara lain: perbaikan aliran material, desain ulang zona industri, peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan UMKM, investasi bidang teknologi, pembentukan ekosistem inovasi, menarik investasi asing, harmonisasi aturan dan kebijakan, membangun infrastruktur digital nasional, dan akomodasi standar sustainability

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) mulai melakukan perubahan dalam proses bisnis industri 4.0 melalui digital physical, connectivity & computer power, human – machine interfaxe, dan analytics intelligent untuk meningkatkan efisiensi, menurunkan biaya produksi, dan memperbaiki proses produksi.

Kementerian PUPR menyelenggarakan kegiatan Pameran PUPR 4.0 Expo yang diadakan di Ruang Serbaguna, Gedung Utama Kementerian PUPR sejak 11 Februari hingga 15 Maret 2019. Kegiatan ini bertujuan untuk publikasi produk dan inovasi Kementerian PUPR pada era revolusi industri 4.0 yang mengedepankan layanan berbasis internet.

BPJT ikut berpatisipasi dalam pameran tersebut dengan menggelar Pameran sejak 18 - 22 Februari 2019. Salah satu acara yang diadakan oleh BPJT adalah Dialog Interaktif “Penerapan Smart Technology dalam Pengawasan Jalan Tol”, Kamis (21/2). Acara ini dibuka oleh Kepala BPJT Bapak Danang Parikesit didampingi oleh Kepala Bagian Umum BPJT Bapak Mahbullah Nurdin, dengan menghadirkan narasumber Bapak Rizky Aditya Saputra dari PT. Marga Mandalasakti, Ibu Fitri Wiyanti dan Bapak Agus Sofian dari PT. Jasamarga (Persero) Tbk. Pada dialog tersebut dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Fakultas Teknik Sipil Universitas Tarumanegara.

Dalam sambutannya Kepala BPJT mengatakan bahwa sejak tahun 1978 hingga 2018 jalan tol yang telah dibangun oleh Pemerintah sepanjang 1.577 Km, seiring dengan bertambahnya panjang jalan tol tentu diiringi dengan modernisasi dalam sistem jalan tol.

Salah satu bentuk modernisasi dalam sistem tersebut adalah dengan menerapkan transaksi non tunai yang dilaksanakan serentak di seluruh jalan tol sejak 31 Oktober 2017. “Transaksi non tunai di jalan tol merupakan modernisasi sistem pembayaran tol untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi di jalan tol.” ucap Kepala BPJT.

Seiring dengan berkembangnya teknologi saat ini, Pemerintah menargetkan penerapan Multi Lane Free Flow (MLFF), yaitu proses pembayaran tol tanpa henti (pengguna jalan tol tidak harus menghentikan kendaraan di gerbang tol). Tahapan menuju pengembangan MLFF tersebut harus didahului dengan terwujudnya perilaku pengguna jalan tol yang sudah terbiasa dengan pembayaran non tunai.

Pertumbuhan infrastruktur khususnya di jalan tol sepatutnya diiringi oleh perkembangan teknologi. Pada dialog tersebut, dijelaskan oleh narasumber Bapak Rizky Aditya Saputra dari PT. Marga Mandalasakti salah satu teknologi dalam pengawasan jalan tol adalah WIM (Weigh In Motion) yang telah diterapkan pada Jalan Tol Tangerang – Merak. WIM adalah perangkat/sistem timbangan yang dapat mengukur beban kendaraan dalam keadaan bergerak yang melintas di atas timbangan tersebut. Timbangan berupa batang sensor yang dapat mengirimkan sinyal berat ke dalam box data.

Manfaat pemasangan WIM adalah pengumpulan data statistik seperti jumlah kendaraan/jam, klasifikasi kendaraan, berat kendaraan, manfaat lainnya adalah sistem deteksi, monitoring dan pengaturan kendaraan overload.

Selain itu, Ibu Fitri Wiyanti dan Bapak Agus Sofian dari PT. Jasamarga (Persero) Tbk. menjelaskan teknologi lainnya dalam pengawasan jalan tol yaitu Smart CCTV yang dipasang di beberapa jalan tol serta rest area yang dimiliki oleh PT. JM. Dijelaskan bahwa pada dasarnya Smart CCTV memiliki kemampuan yang sama dengan CCTV pada umumnya, hanya saja kelebihan Smart CCTV terletak pada kemampuannya untuk mengidentifikasi suatu objek dan mendapatkan data serta informasi dari objek tersebut.

Fitur dalam Smart CCTV adalah antara lain menghitung jumlah kendaraan/traffic counting, menghitung antrian kendaraan di gardu tol, menghitung kecepatan segmen ruas jalan tol, Automatic Plat Number Recognition (ANPR), dan law enforcement (over/lower speed, crossing bahu, illegal bahu).