Slide 1

Berita BPPSPAM > PDAM Kota Bandung Segera Realisasikan Kerjasama Penurunan NRW Dengan Skema KBK


Rabu, 16 Januari 2019, Dilihat 155 kali

PDAM Kota Bandung berkomitmen untuk meningkatkan kinerja pelayanannya dengan cara menurunkan tingkat kehilangan air/non reveneuw water (NRW) sampai di bawah 20 persen. Mengingat keterbatasan dana dan sumber daya manusia yang ada maka PDAM berencana untuk melakukan kerjasama penurunan NRW dengan pihak badan usaha swasta.

Dalam rangka melakukan evaluasi pra studi kelayakan/feasibility study (Pra FS) Penurunan NRW yang diajukan oleh pihak badan usaha, PDAM Kota Bandung meminta saran dan masukan dari Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM), Rabu (16/01/19). Rapat Pembahasan Evaluasi Laporan Pra FS NRW Kota Bandung dihadiri oleh Anggota BPPSPAM unsur Profesi, Kepala Bagian Informasi dan Kerjasama BPPSPAM, Advisor Bidang Tehnik dan Advisor Bidang Kelembagaan BPPSPAM serta Perwakilan PDAM Kota Bandung.

Kepala Litbang PDAM Tirtawening Kota Bandung,  Agung Sugianto menyampaikan bahwa sesuai dengan tahapan kerjasama business to business unsolicited, pada bulan  Juli 2018 badan usaha pemrakarsa telah mengirimkan dokumen Pra FS terkait kerjasama penurunan NRW PDAM Kota Bandung. Dokumen tersebut telah dievaluasi oleh PDAM Kota Bandung dan meminta konsorsium badan usaha melakukan perbaikan.

Pada tahun 2019 badan usaha pemrakarsa kerjasama mengusulkan kembali perbaikan dokumen Pra FS. Menindaklanjuti dokumen tersebut PDAM telah melakukan pengkajian internal dan memutuskan untuk meneruskan proses kerjasama penurunan NRW dengan pihak badan usaha.

Disampaikan bahwa skema kerjasama penurunan NRW PDAM Kota Bandung akan dilakukan melalui performance based contract/Kontrak Berbasis Kinerja(KBK) dengan biaya investasi sekitar Rp.2,2 triliun dana masa kerjasama 10 tahun. Dengan nilai investasi tersebut badan usaha akan membangun 70 district meter area (DMA) untuk mengukur dan mengkontrol distribusi air di PDAM sehingga dapat melakukan perbaikan di pipa pipa yang mengalami kebocoran.

Anggota BPPSPAM unsur Profesi, Popy Indrawati Janto menyampaikan mengingat kerjasama yang dilakukan adalah kerjasama penurunan NRW, sebaiknya PDAM memastikan pemanfaatan dari air yang terselamatkan untuk menambah cakupan pelayanan. Dengan adanya penambahan cakupan layanan maka PDAM memiliki potensi tambahan pendapatan untuk mengembalikan nilai investasi investor.

Advisor Bidang Tehnik BPPSPAM, Budi Sutjahjo menambahkan sebaiknya dalam kerjasama investor tidak hanya menangani penurunan untuk kehilangan air secara fisik tetapi juga diminta untuk menangani kehilangan air secara komersial. Selain itu PDAM juga harus yakin bahwa cicilan pengembalian investasi yang diberikan kepada investor sudah termasuk cicilan pengembalian nilai modal (Capex) dan pengembalian nilai operasional (Opex) .

Advisor Bidang Kelembagaan BPPSPAM, Effendi Mansur mengingatkan bahwa nanti setelah FS disetujui dan masuk dalam tahap pra qualifikasi (PQ), PDAM harus memastikan pembuatan dokumen PQ nya tidak boleh disesuaikan untuk hanya meloloskan satu pihak saja. Karena ini kerjasama KBK maka hal yang akan dikompetesikan sebaiknya didasarkan pada jumlah volume air yang terselamatkan dan jumlah prosentase keuntungan yang diberikan PDAM dari hasil penurunan NRW. (el/Cs)

 



‚Äč