Slide 1

Berita Ditjen Bina Marga > Jembatan Musi IV Sudah Dapat Dipergunakan Masyarakat Palembang


Selasa, 08 Januari 2019, Dilihat 357 kali

Masyarakat Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) mulai hari ini, Selasa (8/1) dapat melintasi Jembatan Musi IV. Kehadiran jembatan sepanjang 1.130 meter tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di ibukota provinsi Sumsel tersebut.

“Tujuan dari pembangunan jembatan Musi IV ini adalah mengatasi kemacetan di Kota Palembang yang kerap terjadi  di wilayah Seberang llir tepatnya Kecamatan llir Timur ll dan wilayah seberang Ulu, tepatnya Kecamatan Seberang Ulu ll,” ungkap Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V Palembang, Saiful Anwar.

Pada Hari ini, Saiful bersama Walikota Palembang Harnojoyo melakukan peluncuran awal (soft launching) pengoperasian jembatan Musi IV. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran dari BBPJN Palembang, Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumsel.

Saiful menjelaskan, saat ini arus lalu lintas pada jembatan Ampera sudah sangat padat dengan umur yang sudah cukup tua, sehingga diperlukan adanya jembatan lain yang mampu berbagi beban kendaraan khususnya di dalam Kota Palembang.

BBPJN V telah melaksanakan Analisa Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dengan pengujian lapangan yang dibantu oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel serta Polresta Kota Palembang, Polisi Pamong Praja Kota Palembang, Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Perhubungan Kota Palembang.

“Hasil dari Andalalin ini berkesimpulan bahwa masih terjadi kemacetan di daerah Seberang Ulu yang diakibatkan oleh penyempitan jalan K.H. Azhari. Sehingga kami akan terus mendorong berbagai pihak kiranya dapat saling bersinergi untuk menyelesaikan pembebasan lahan di seberang ulu sehingga jembatan Musi IV ini nantinya dapat terhubung langsung ke jalan Jend. A. Yani,” sebutnya.

Walikota Palembang Harnojoyo mengucapkan rasa syukur atas terbangunnya jembatan Musi IV. Dia menuturkan perjuangan awal pihaknya agar jembatan dengan tipe cable stayed tersebut dapat terealisasi sejak awal tahun 2010. Pembangunan jembatan Musi IV melalui APBN dengan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2015-2018 dengan total dana Rp553,57 miliar.

"Tak mudah mendapatkan jembatan Musi IV ini, penuh perjuangan. Setelah perencanaan awal di tahun 2010, dan sempat terbentur biaya pendanaan akhirnya Kementerian Pekerjan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga sanggup untuk menanggung pembangunan jembatan indah ini. Dan Alhamdulillah setelah penantian panjang jembatan ini selesai dibangun dan bisa dirasakan masyarakat kota Palembang," ujarnya.

Selanjutnya Harnojoyo berharap kepada masyarakat agar secara bersama menjaga kondisi jembatan Musi IV ini dengan baik.

“Jembatan ini sudah lama kita idam-idamkan, Alhamdulillah sekarang sudah bisa kita lalui, kami harapkan masyarakat sama-sama menjaganya, jangan dirusak, jangan dicoret-coret, jembatan ini milik kita semua” pesan Harnojoyo.

Sebelum dilakukan peluncuran awal, jembatan Musi IV telah menjalani uji beban statis dan dinamis dengan beban seberat 1.540 ton dengan hasil uji yang baik sesuai dengan rekomendasi Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) pada Desember 2018 lalu. Selain itu jembatan tersebut juga telah uji coba rekayasa lalu lintas selama lima hari sejak 3 Januari 2019.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pembangunan Jalan Metropolitan Palembang, Yudian Budi Krisna mengatakan, jembatan dengan lebar 12 meter tersebut juga telah dlengkapi alat pendeteksi kondisi kesehatan jembatan.  Dengan adanya alat tersebut, maka dapat memantau secara online kesehatan jembatan dan mengirimkan ke pusat informasi data sehingga dapat segera dilakukan tindakan secara dini jika timbul kerusakan dalam salah satu sistemnya. (ALIN/BBPJNV/KompuBM)



‚Äč