Slide 1

Berita BPSDM > 979 CPNS Kementerian PUPR Formasi 2017 Bersiap Mendapat Penugasan Baru Setelah Penutupan Latsar


Selasa, 27 November 2018, Dilihat 2196 kali

 

Jakarta (26/11) – Sejumlah 979 CPNS Formasi 2017 hari ini telah diserahterimakan dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ke Sekretariat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Yang kemudian akan diatur kembali mengenai SK Penempatan Kerja dan sah menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Sesuai PP No.11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, maka PNS mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) sebagai pelatihan wajib yang menentukan lulus atau tidaknya seorang CPNS menjadi Pegawai Negeri Sipil. Latsar ini secara normatif dilaksanakan selama 113 hari, 33 hari di kelas dan sisanya habituasi di lapangan.

 

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya serentak dengan seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir, nampak Kepala BPSDM turut hadir (kerudung merah muda)

Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki peranan yang menentukan dalam penyelenggaraan Negara, apalagi untuk Negara yang sangat luas wilayahnya, diperlukan kemampuan yang memadai dari para penyelenggaranya. Sejumlah keputusan strategis mulai dari merumuskan kebijakan sampai pada implementasi kebijakan dalam berbagai sektor pembangunan dilaksanakan oleh PNS. Untuk memainkan peranan tersebut, diperlukan sosok PNS yang profesional, yaitu PNS yang mampu memenuhi standar kompetensi jabatannya sehingga mampu melaksanakan tugas jabatannya secara efektif dan efisien.

Dinyatakan dalam laporannya, bahwa untuk peserta Latsar kali ini ada 2 orang yang ditunda kelulusannya karena sakit berat dan masalah perilaku, serta satu orang dinyatakan gagal dan tidak dapat mengikuti proses selanjutnya dikarenakan abstain di sebagian besar kegiatan Latsar. Melihat hasil Latsar formasi 2017 terdapat banyak evaluasi yang dilakukan untuk pelaksanaan tahun 2019.

Tahun depan direncanakan untuk pelaksananaan Latsar sesuai kebijakan dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) akan dipersingkat menjadi 49 hari. Sontak sebagian CPNS yang hadir pada penutupan tersebut memberikan reaksi kecewa. Namun, penjelasan Lolly ditambahkan oleh Sekretaris Jenderal Anita Firmanti dalam arahannya bahwa waktu latsar memang dipersingkat menjadi minimal 49 hari tetapi masa habituasi tetap satu tahun lamanya. Selain itu, ada peraturan khusus bagi CPNS yang wanita bahwa selama ikatan dinas 1 tahun pertama tidak diperkenankan untuk hamil sebab demi kelancara bersama dan hal ini sudah melalui kesepekatan bersama antar PUPR dan LAN.

"Peraturan ini kami buat tegas demi kelancaran pelaksanaan Latsar selanjutnya. Di sini kami lihat peraturan tersebut sudah diterapkan di berbagai bank maupun BUMN sehingga berdasar pengalaman kemarin, kami pun akan tegas dalam hal tersebut", ucap Anita Firmanti Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR dalam arahannya di penutupan Latsar tempo hari.

Tujuan dari pelatihan tersebut selain sebagai suatu pembekalan kepada CPNS juga sebagai sarana pembentukan karakter. Penyelenggaraan kegiatan tersebut perlu dilakukan karena setelah mengenal dan bekerja selama beberapa bulan di lapangan, para CPNS juga harus memahami budaya kerja di Kementerian PUPR. Jarak yang cukup jauh antara pegawai senior dan pegawai baru dikhawatirkan akan menimbulkan kesenjangan (gap). Kondisi tersebut disebabkan, pegawai senior banyak yang akan memasuki pensiun, sedangkan pegawai baru belum bisa beradaptasi dengan budaya kerja di PUPR. Oleh karena itu, CPNS perlu diberikan pembekalan agar siap dengan segala tantangan pekerjaan setelah semua rangkaian kegiatan dan tugas semasa CPNS dijalani.

 

Foto bersama dengan sebagian CPNS dan para pejabat tinggi pratama dan madya di lingkungan PUPR

Dengan selesainya pelatihan dasar dirasa telah cukup lengkap pengetahuan dasar para CPNS karena tidak hanya teknis namun juga kompetensi manajerial yang berkaitan dengan attitude, ini salah satu hal yang sangat penting menurutnya. Agar dapat mengaktualisasi hasil pembelajaran yang didapat selama 1 tahun ke belakang. Yang disebut dengan Agenda Aneka; Akuntabilitas Nasionalisme Etika Publik Komitmen Mutu dan Anti Korupsi.

Bela Negara di Kementerian PUPR dilaksanakan lebih lama 7 hari dibandingkan dengan Kementerian lain dengan tujuan agar sikap ke-PU-an lebih tertanam dalam benak masing-masing CPNS yang mengikutinya. Dan targetnya harus menjadi insan PUPR yang iProve. Memberikan kinerja yang terbaik.

Disampaikan oleh Lolly pentingnya mentoring di masing-masing unit kerja merupakan langkah yang baik dalam efektifitas kinerja. Ini diperlukan untuk mengembangkan kompetensi bagi PNS baru dalam rangka mewujudkan calon-calon pimpinan yang kompetitif dan unggul serta handal.

“Terima kasih kepada semua pihak di lingkungan PUPR dalam kelancaran pelaksanaan Latsar ini. Salah satunya kepada Balitbang, yang mendadak diadakan OJT di sana dan mereka dengan sigap mempersiapkan semuanya. Dan khususnya kepada tim saya, pusat-pusat diklat di BPSDM yang dengan cepat menstrukturkan agenda pelatihan yang tadinya reguler langsung diintegrasikan menjadi pelatihan dasar”.

Menutup sambutannya Lolly mengatakan,” Safety first harus dikedepankan. Seperti saat menghadapi beberapa CPNS yang akan melahirkan ataupun sakit, para kepala balai ikut berempati. Sisi humanis selama latsar tetap tinggi”.

Seluruh rangkaian kegiatan Latsar tersebut di atas dimulai pada tanggal 5 Maret 2018 dan telah berakhir pada tanggal 16 November 2018. Dengan ditutupnya Latsar formasi 2017 secara resmi maka proses selanjutnya merupakan tes kesehatan dan pemberkasan yang akan diatur oleh Sekretariat Jenderal. (Rz)