Slide 1

Berita Ditjen Bina Konstruksi > DIRJEN BINA KONSTRUKSI : SERTIFIKASI MERUPAKAN KUNCI DALAM MENINGKATKAN SDM KONSTRUKSI YANG BERKUALITAS DAN BERDAYA SAING


Kamis, 18 Oktober 2018, Dilihat 473 kali

JAKARTA - Jumlah tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat saat ini masih sedikit. Dari sekitar 8,14 juta tenaga kerja konstruksi, baru hanya 5,96% nya yang bersertifikat atau sekitar 485.534 orang. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Konstruksi PUPR, Syarif Burhanuddin pada saat menjadi narasumber di MNC Trijaya FM. Kamis, (18/10) di Jakarta.

Selanjutnya Syarif mengatakan bahwasanya pada saat ini pembangunan infrastruktur di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya sesuai dengan kebijakan Pemerintah dalam sistem pendanaanya, dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 kenaikan anggaran Kementerian PUPR meningkat sebanyak 14%, oleh karena itu sangat dibutuhkan tenaga kerja konstruksi yang berkompeten.

"Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan, stakeholders , seluruh kontraktor, masyarakat konstruksi untuk bekerjasama melakukan percepatan sertifikasi demi meningkatan SDM Konstruksi Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing" ujar Syarif

Untuk itu dalam menjawab tantangan menghasilkan SDM berkualitas, tiada cara lain kecuali melalui proses sertifikasi kompetensi. Hal ini sebagaimana tertuang dalam amanat Undang - Undang No. 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi pada pasal 70 yang mengatur bahwa setiap pekerja konstruksi yang bekerja disektor Konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja.

Pada akhir segmen tersebut, Syarif juga mengajak masyarakat Konstruksi untuk dapat datang dan bergabung dalam perhelatan akbar Konstruksi Indonesia yang dilaksanakan pada 31 Oktober 2018 - 2 November 2018 yang berlokasi di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta. Acara ini diadakan berdampingan dengan Indonesia Infrastructure Week 2018, pameran infrastruktur terbesar dan terlengkap di Indonesia yang akan menambah manfaat dari penyelenggaraan ajang Konstruksi Indonesia 2018.