Slide 1

Berita Ditjen Cipta Karya > Pembatalan Peringatan Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia 2018 di Palu


Senin, 01 Oktober 2018, Dilihat 908 kali

Menteri PUPR Tinjau Lokasi Gempa di Palu
Kementerian PUPR selaku panitia Hari Habitat Dunia (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD) 2018 membatalkan seluruh rangkaian acara peringatan HHD dan HKD 2018 di Kota Palu yang direncanakan mulai tanggal 30 September hingga 3 Oktober 2018 sehubungan dengan peristiwa bencana gempa bumi yang terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah pada tanggal 28 September 2018.
 

Pembatalan acara ini awalnya hanya melalui pesan singkat, yaitu melalui WhatsApp Group oleh Rina Agustin, Sesditjen Cipta Karya selaku wakil Ketua Pelaksaaan Peringatan HHD dan HKD 2018 dan dilanjutkan melalui Group ke Group di WhatsApp. Hal ini dikarenakan situasi genting dan mendesak dikarenakan gempa yang terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Pada saat gempa bumi terjadi, sebagian panitia HHD dan HKD 2018 telah berada di Kota Palu dan menjadi saksi bagaimana ganasnya gempa bumi dan dahsyatnya tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala.  Namun, rencana pelaksanaan peringatan HHD dan HKD 2018 serta Gerakan Indonesia Bersih (GIB) di 33 Provinsi lainnya tetap dilaksanakan mengingat semua persiapan sudah dirampungkan. 

Selanjutnya, Kementerian PUPR memfokuskan penanganan pasca Gempa Palu – Donggala di empat rencana aksi yang meliputi evakuasi korban bencana, penyediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi, pembersihan kota dari puing-puing bangunan, serta pemulihan konektivitas. Keempat fokus penanganan tanggap darurat tersebut terus dimonitor pelaksanaannya oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Kementerian PUPR bekerja sama dengan Pemerintah Kota mulai melakukan pembersihan puing-puing secara bertahap.  Seperti yang dikatakan Basuki, “dalam dua minggu ke depan selambat-lambatnya, saya minta sudah selesai pembersihan kota.” 

Tambahan peralatan dari tiga gudang PUPR di Makassar, Surabaya dan Bekasi mulai dikirimkan Minggu tanggal 30 September 2018 melalui jalur darat dan laut. Peralatan yang dikirimkan yakni mobil Tangki air, mobil Instalasi Pengolahan Air, mobil tinja dan mobil lapangan total sebanyak 35 unit, tenda darurat 34 unit, WC knockdown 49 unit, hidran umum 25 unit, genset 3 unit dan peralatan lainnya. Pengiriman peralatan air bersih dan sanitasi dari Bekasi dan Surabaya akan menggunakan kapal laut dan diperkirakan akan tiba dalam pada hari Kamis (4/10) mendatang. Sementara pengiriman dari Gudang Makasar yakni 2 mobil tangki air, 15 HU Kapasitas 2000 liter, 10 Tenda Hunian Darurat 3x4 dan 15 WC Knockdown telah tiba di Palu minggu malam (30/9). Tambahan alat berat juga telah dikirim Kementerian PUPR pada Minggu, 30 September 2018 sebanyak 4 unit excavator, 6 unit loader, 7 unit dump truck dan 1 unit grader. Hari ini Senin, 1 Oktober 2018, alat berat Kementerian PUPR ditambah yakni 3 excavator dan 5 dumptruck. Lokasi kerja alat berat berada di Petobo, Balaroa dan di pusat kota Palu lainnya. (IR)



‚Äč