Slide 1

Berita Ditjen Bina Marga > Dukungan Bina Marga dalam Penyelenggaraan PON XX Tahun 2020 Di Papua!


Kamis, 02 Agustus 2018, Dilihat 723 kali

Papua – Komisi V DPR RI beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Papua selasa (31/8). Kunjungan kerja pada masa reses ini bertujuan meninjau kesiapan infrastruktur dalam menyambut Pekan Olahraga Nasional ke XX tahun 2020 di Papua. Komisi V DPR RI di damping oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Basarnas, BMKG, Kementerian Desa Tertinggal dan jajaran pemerintah daerah Papua.

Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI ini di pimpin langsung oleh Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis. Dari Direktorat Jenderal Bina Marga yang ikut mendampingi kunjungan kerja Komisi V DPR RI tersebut yaitu Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Papua Osman Harianto Marbun. Kunjungan hari pertama di awali meninjau Peninjauan Stadion Papua Bangkit dan Jembatan Holtekamp. Jembatan Holtekamp salah satu bentuk dukungan Ditjen Bina Marga untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XX tahun 2020 di Papua.

Dalam kunjungan tersebut Osman menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Holtekamp ini merupakan wujud sinergisitas atau kerjasama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Nantinya Jembatan Holtekamp akan menjadi Icon kota dan daerah tujuan wisata yang positif. Nantinya akan ada konsep beautifikasi di kawasan tersebut (akan ada perahu layar dan permainan jetski). Komisi V DPR RI bermaksud meninjau Kesiapan Jembatan Holtekamp tersebut untuk mendukung PON, “ucap Osman. Kawasan teluk disana akan dijadikan arena dayung dan di seberang nya akan di bangun Venue-venue yang lain, “tambah Osman.  Kita pastikan untuk pendanaan nya sudah tersedia semua baik dari Apbd dan Apbn. Jalan masuk/akses dari hamadi dan dari holtekamp sekitar 9,9 KM yaitu 2,4 KM dari Hamdi dan 7,5 KM dari holtekamp yang tadi nya menjadi tanggung jawab kota tetapi kita ambil alih karena keterbatasan pendanaan dan target penyelesaian desember 2018, “ terang Osman. Untuk jembatan pendekat 66 M yang menjadi tanggung jawab Ditjen Bina Marga sudah dalam proses lelang.

Kita optimis pembangunan jembatan holtekamp akan selesai di desember 2018. Tinggal permasalahan tanah saja. Osman juga mengungkapkan kepada Anggota DPR, Sekretaris Daerah untuk mendorong terkait pembebasan lahan. Karena dari awal sudah ada MOU dengan pemerintah provinsi dan kota bahwa tanah merupakan tanggung jawab mereka sedangkan fisik mayor (bentang utama) kita yang mengerjakan, “terang Osman. Terkait beautifikasi nanti kita serahkan kepada cipta karya.

Hari ke 2 Komisi V DPR RI  melakukan kunjungan ke yahukimo merupakan bagian dari penyelesaian jalan trans papua. Di Yahukimo Osman juga menjelaskan kepada Ketua dan Anggota Komisi V terkait perkembangan progress jalan trans papua. Dalam penjelasan nya Osman mengatakan Jalan trans papua dari dekai menuju oksibil sudah terbuka semua tetapi ada beberapa jembatan-jembatan yang belum selesai sehingga belum bisa fungsional. Jalan dari  Dekai menuju Kenyam nanti tembus ke Wamena dan Habema. Ini adalah jalan akses menembus isolasi dari wilayah selatan, “terang Osman. Trase Jalan nya nanti Dekai – Kenyam – Wamena, Kenyam turun kearah bawah ke Mumugu dan menuju ke Agats/asmat. Dari Agats ke momugu itu modal transportasi nya air, sedangkan Mumugu ke Wamena jalur darat yang panjang nya 284 KM. Sedangkan dari Kenyam ke Dekai 217 KM, lalu dari Dekai ke Oksibil 230 KM, “jelasnya.

Kunjungan ini untuk memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan trans papua dari Wamena menuju Dekai dan Oksibil itu berjalan. Jadi ada 5 paket Mutliyears dari Wamena sampai ke Dekai. Ada 2 paket jembatan dari Wamena sampai ke Kenyam kemudian 2 paket jalan dari Kenyam – Dekai kemudian dari Dekai – Kenyam dan ada 1 Paket Jembatan Kalikabur dari Dekai – Oksibil. Dan ada 1 lagi pelaksanaan pengaspalan 33 KM dari Dekai menuju Oksibil. Jadi jalan yang sudah terbuka kita aspal untuk meringankan biaya pemeliharaan rutin nya. Karena jalan aspal pasti biaya pemeliharaan nya lebih kecil di banding jalan tanah. Karena jalan tanah lebih gampang tergerus kena hujan, “Ungkapnya.

Jadi salah satu tujuan Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja ke papua untuk meninjau Jembatan Holtekamp dan Jalan Trans Papua yang merupakan program priotas dari pemerintah. (rko)

 

 

 



‚Äč