Slide 1

Berita Inspektorat Jenderal > Benchmarking Itjen PUPR ke Kemenkeu


Senin, 09 Juli 2018, Dilihat 456 kali

Jakarta, Kamis (5/7), Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan benchmaring ke Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan dengan tujuan untuk berdiskusi serta bertukar pikiran terkait tugas fungsi sebagai pengawas internal dan upaya-upaya yang telah dilaksanakan dalam mencapai Internal Audit Capability Model (IACM) level 3. Acara yang dihadiri oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal, para Inspektur, para kepala bagian, para kepala sub-bagian, dan para auditor dari kedua belah pihak bertempat di Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.

Dalam sambutannya, Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR, Dra. Endah Herawaty, MM menyampaikan kekagumannya atas pencapaian IACM level 4 (empat) di Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan. Hal ini memotivasi Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR untuk terus meningkatkan capaian IACM mereka. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan, Drs. Sofandi Arifin, Ak., M.P.A., CFE, CA merespon positif pujian yang diberikan dengan ajakan untuk bersama-sama meningkatkan IACM hingga level terbaik dari tiap kementerian. Tidak berhenti disitu, acara benchmarking menekankan beberapa poin penting yang menjadi elemen kesatuan dalam IACM seperti, pemanfaatan IT dalam teknik audit berbasis komputer/database, edukasi SDM, hingga PKPT berbasis manajemen resiko.

Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan memiliki value chain yang dituangkan dalam bentuk ‘joglo’ dengan empat pilar fokus transformasi pengawasan yaitu Asurans, Konsultasi, Investigasi, dan Koordinasi pengawasan. Peningkatan level IACM sendiri bukanlah perkara mudah, hal ini dikarenakan banyaknya satuan kerja dalam setiap lembaga/balai di tiap kementerian. Ini sulit, namun tidaklah mustahil. IACM ini juga harus selaras dengan reformasi birokrasi sehingga tujuan dalam peningkatan IACM harus menekankan pada perbaikan organisasi.

 Reformasi nyata telah ditunjukkan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan berdasar pada pengembangan SDM, Peningkatan Tata Laksana, dan Peningkatan Layanan Administrasi. “Untuk meraih IACM level 4, kita harus meminta dukungan penuh dari Menteri, self assessment tahunan rutin, buat gap analisis dan rencana aksi, pencanangan program dan penetapan IKU, dan yang terakhir monitoring berkala” ujar Ghoufran selaku Kepala Bagian Organisasi & Analisis Hasil Pengawasan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan.

Akhir acara diisi dengan pertukaran cinderamata antara Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan kepada Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR. Semoga acara ini bermanfaat guna upaya peningkatan level IACM di Kementerian PUPR.



‚Äč