Slide 1

Berita Ditjen Cipta Karya > Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan 2018-2023


Kamis, 05 Juli 2018, Dilihat 705 kali

Plt. Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo melakukan Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan masa bakti 2018-2023 di Jakarta, Rabu (04/07/2018). Dalam pengukuhan tersebut Plt. Dirjen Cipta Karya didampingi oleh Direktur Sistem Pengembangan Penyehatan Air Minum M. Sundoro.
 
“Saya menyambut baik dibentuknya Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan sejak tahun 2013. Sebagaimana kita sadari bersama bahwa pelayanan air minum merupakan kebutuhan dasar manusia, oleh karena itu keberlangsungan pelayanan air minum ini menjadi sangat penting dan mengemban amanah seluruh masyarakat yang dilayani,” tutur Sri Hartoyo. 
 

Lanjut Sri Hartoyo, khususnya, keberlangsungan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Sanitasi melalui program PAMSIMAS memerlukan perhatian yang sangat penting mengingat prinsip pelaksanaan program ini adalah dengan pendekatan ‘berbasis masyarakat’. Dalam program PAMSIMAS, masyarakat yang berdaya menjadi ujung tombak kita di dalam pengelolaan sarana SPAMS yang telah dibangun. Mulai dari awal perencanaan, pelaksanaan sampai tahap pasca konstruksi, masyarakat selalu dilibatkan, dengan tujuan untuk membangun rasa memiliki, tanggung jawab dan kebersamaan sehingga sarana air minum dan sanitasi terbangun selalu dapat memberikan manfaat yang optimal. Di tingkat kabupaten dan provinsi didorong terbentuknya Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan. 

Terbentuknya Kelompok Pengelola SPAMS (KPSPAMS) di tingkat desa merupakan wujud partisipasi dan tanggung jawab masyarakat di dalam pengelolaan sarana SPAMS terbangun. KPSPAMS harus mampu menjadi “mitra” pemerintah desa dalam mewujudkan pencapaian Universal Acces Air Minum dan Sanitasi di tingkat desa. “Demikian juga Asosiasi Pengelola SPAMS harus mampu menjadi mitra Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk mendukung terwujudnya Universal Access Air Minum dan Sanitasi. Oleh karena itu keberadaan Kelompok Pengelola SPAMS harus menjadi perhatian Pemerintah Daerah,” kata Sri Hartoyo. 

Sri Hartoyo menambahkan, jadi tantangan yang dihadapi tidak hanya membangun tetapi juga mengupayakan bagaimana sarana SPAM dan sanitasi yang telah terbangun dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan. “Sudah tentu hal ini membutuhkan proses pembelajaran bagi KPSPAMS itu sendiri dan kita selaku pengelola program untuk dapat saling bekerja sama dalam pembinaan organisasi masyarakat. Dalam hal ini, asosiasi memegang peran penting sebagai wadah organisasi KPSPAMS yang berfungsi sebagai mediator antara KPSPAMS dengan pemerintah, pemerintah daerah, lembaga non pemerintah maupun badan usaha dalam mencapai tujuan bersama untuk mewujudkan masyarakat sejahtera dengan air minum yang berkualitas. 

“Khususnya kepada Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan yang telah dikukuhkan, saya berharap DPP dapat menjalankan tugas dan fungsinya di dalam mendukung pengelolaan pelayanan air minum dan sanitasi di wilayah perdesaan dengan berbasis masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Sri Hartoyo. (kompuck)