Slide 1

Berita Ditjen Cipta Karya > Dirjen CK: Perlunya Komitmen Individu dalam Keberhasilan Pembangunan Zona Integritas


Kamis, 24 Mei 2018, Dilihat 575 kali

Keberhasilan pembangunan zona integritas sangat ditentukan oleh kapasitas dan kualitas integritas masing-masing individu, yang mempunyai relevansi dalam peningkatan kapasitas dan kualitas integritas dari organisasi dimana individu tersebut berada dan melakukan kegiatannya.
 

Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Cipta Karya Sri Hartoyo dalam acara Pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani(WBBM) di Lingkungan Balai Teknik Air Minum Ditjen Cipta Karya di Bekasi, Rabu (23/05/2018). 

“Ini merupakan upaya yang akan terus dilakukan dan telah dimulai di 2 Balai Teknik, yaitu Balai Teknik Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) di Surabaya dan Balai Teknik Air Minum di Bekasi,” ujar Sri Hartoyo.   

Sri Hartoyo menjelaskan, zona integritas adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK dan WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. 

“Tanpa adanya komitmen dari setiap individu yang bekerja dalam suatu organisasi, maka upaya pembangunan zona integritas tersebut akan sia-sia,” tutur Sri Hartoyo. 

Sementara, Kepala Balai Teknik Air Minum Yuni Erni Aguslin menambahkan, Balai Teknik Air Minum akan bersama-sama membangun integritas individu dan integritas organisasi agar dapat menjadi unit organisasi yang dapat menjalankan good government, yaitu terbebas dari tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme. 

“Bukanlah hal mudah dalam menerapkan sesuatu yang terkait dengan perubahan secara mendasar, tetapi dengan komitmen dan kemauan yang kuat kita dapat menjalankan dengan baik dan akan menjadi sesuatu yang biasa, serta akan menjadikan “zona nyaman” yang baru,” kata Yuni. 

Yuni menegaskan, dengan komitmen kuat maka akan dapat mewujudkan institusi yang bersih dan melayani bebas korupsi. Namun, jika komitmen lemah, maka cita-cita menjadi zona integritas tidak akan terwujud. 

Dalam kesempatan tersebut juga ditandatangani diantaranya, piagam pencanangan pembangunan zona integritas, pakta integritas oleh Kepala Balai Tenik Air Minum dan Dirjen Cipta Karya, serta deklarasi bersama surat pernyataan komitmen penetapan program pengendalian gratifikasi oleh Kepala Balai Teknik Air Minum, perwakilan dari Kementerian PUPR, dan penyedia jasa.(bns)



‚Äč