Slide 1

Berita Ditjen Penyediaan Perumahan > Kabupaten Puncak Jaya Masih Membutuhkan Pembangunan Rumah Khusus


Jumat, 04 Mei 2018, Dilihat 855 kali

Kabupaten Puncak Jaya kembali ajukan bantuan rumah khusus  kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk tahun 2019.

“Pada tahun 2015 kami sudah terima 24 unit rumah khusus, tahun 2016 132 unit, tahun 2018 ini kami mendapatkan alokasi 50 unit untuk ASN. Harapan kami untuk 5 tahun kedepan kami bisa mendapatkan 5oo unit. Supaya masyarakat kami bisa tinggal di rumah yang layak huni” ungkap Deinas Geley, Wakil Bupati Puncak Jaya saat lakukan audiensi dengan Dirjen Penyediaan Perumahan di Kantor Kementerian PUPR pada Jumat (4/5).

Pada kesempatan tersebut Dirjen Penyediaan Perumahan, Khalawi Abdul Hamid mengungkapkan apresiasi atas perhatian Pemda pada masalah perumahan. Khalawi juga mengungkap bahwa saat ini program rumah khusus memang program yang paling cocok untuk wilayah Papua. Karena ketersediaan lahan yang luas.

“Pada prinsipnya kami menerima semua usulan, yang terpenting lahannya telah tersedia. Meskipun terkadang anggaran juga terbatas sehingga tidak mencukupi semua permintaan. Tapi berapapun yang dapat dibangun, setidaknya ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan telah berusaha” ungkap Khalawi.

Program rumah khusus merupakan salah satu program Kementerian PUPR yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan khusus. Sasaran program ini adalah masyarakat dan petugas di kawasan perbatasan negara, di pulau terluar, daerah terpencil, korban bencana alam, transmigran, masyarakat nelayan dan yang terkena program pemerintah.

Meskipun di Kementerian PUPR juga memiliki program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang merupakan bantuan rumah tidak layak huni, program ini belum dapat diterapkan di Kabupaten Puncak Jaya, karena nilainya yang tidak sesuai dengan tingkat kemahalan harga di Papua.

“Program BSPS nilainya masih belum mencukupi kalau untuk daerah kami, dengan dana Rp15 juta di daerah kami baru bisa untuk transport saja. Sehingga memang saat ini yang kami butuhkan adalah rumah khusus” ungkap Deinas.

Khalawi menjelaskan Presiden sudah perintahkan untuk optimalkan pembangunan di Papua, sehingga sangat terbuka untuk setiap permintaan dari Daerah untuk pembangunan di Papua.