Slide 1

Berita PUPR > BPP SPAM Dorong Semakin Banyak PDAM Sehat Untuk Capai Target 100% Akses Air Minum


Rabu, 28 Maret 2018, Dilihat 1344 kali

Jakarta - Ketersediaan 100% akses air minum aman bagi masyarakat Indonesia pada tahun 2019 menjadi target nasional sesuai amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Target ini menjadi tantangan bagi penyelenggara air minum dikarenakan pelayanan akses air minum aman nasional hingga tahun 2016 baru mencapai 71,14%.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Cipta Karya Sri Hartoyo pada acara Penyerahan Sertifikasi ISO 9001:2015 dan Review Penerapan SMM Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPP SPAM) TA 2018 yang diterima oleh Kepala BPP SPAM Bambang Sudiatmo, di Jakarta, Senin (26/03/2018).

“Tantangan bagi kita semua untuk meningkatkan akses air minum aman melalui jaringan perpipaan. Saat ini cakupan pelayanan masih kecil. Penyelenggara SPAM yaitu BUMN dan BUMD perlu berkerja keras dalam meningkatkan tidaknya luasan cakupan layanan tetapi juga mutu pelayanan air minum untuk masyarakat,” tutur Sri Hartoyo.

Sri Hartoyo menjelaskan, pelaksanaan tugas dan fungsi BPPSPAM penting untuk memberikan pembinaan kepada PDAM sebagai ujung tombak penyelenggaraan SPAM yang memiliki kinerja kurang sehat/sakit. Berdasarkan hasil penilaian kinerja BPPSPAM tahun 2017, hanya 53% PDAM yang memiliki kategori kinerja sehat, dari 378 PDAM yang dievaluasi kinerjanya. Sebanyak 29% PDAM berkinerja kurang sehat dan 18% PDAM masih berkinerja sakit. Untuk mewujudkan target 100% akses aman air minum pada tahun 2019, tentunya diperlukan 100% PDAM berkinerja sehat.

Guna tercapainya kinerja yang direncanakan secara akuntabel, efisien, dan efektif dalam rangka mewujudkan tata kepemerintahan yang baik (good governance), telah diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 4 Tahun 2009 tentang Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum, bahwa seluruh unit kerja sesuai dengan tugas dan fungsinya wajib memahami dan menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM). Mentaati peraturan tersebut, organisasi BPPSPAM yang terdahulu telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008 untuk SMM. Dengan telah dibentuk kembali sebagai organisasi dengan semangat baru, BPPSPAM kembali telah berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015.

Lingkup sertifikasi yang berhasil diraih BPPSPAM antara lain, penyiapan bahan penilaian kinerja dan penyiapan bahan peningkatan kinerja, serta kegiatan penyiapan bahan pengusulan rekomendasi kebijakan SPAM pada bagian dukungan teknis. Lalu pengelolaan dan penyajian data dan informasi, serta penyiapan fasilitasi administrasi kerja sama penyelenggaraan SPAM pada bagian pelayanan informasi dan kerja sama. Selanjutnya penyusunan rencana kerja dan anggaran tahunan, serta monitoring evaluasi dan penyusunan laporan BPPSPAM pada bagian perencanaan dan pelaporan. Dan terakhir, pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga, pembinaan organisasi, kepegawaian, serta administrasi umum pada bagian tata usaha dan umum.

Lingkup sertifikasi ini telah mencakup fungsi BPPSPAM dalam mendukung peningkatan kinerja penyelenggaraan SPAM. Dengan telah diraihnya sertifikasi SMM ISO 9001:2015 untuk proses bisnis BPPSPAM, diharapkan kinerja organisasi BPPSPAM dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan ketersediaan infrastruktur SPAM yang handal bagi masyarakat dengan prinsip efisien dan efektif. “BPPSPAM juga diharapkan dapat melakukan peningkatan mutu kegiatannya guna meningkatnya penyelenggaraan SPAM secara berkelanjutan,” harap Sri Hartoyo.

Sri Hartoyo mengapresiasi atas partisipasi semua pihak yang telah bekerja untuk membudayakan SMM dalam pelaksanaan tugas dan fungsi BPPSPAM. “Semoga ke depan kita dapat terus meningkatkan kinerja organisasi sebagai upaya mewujudkan pemenuhan akses air minum nasional sebagaimana target yang dicanangkan, serta membantu pemerintah untuk memenuhi hak rakyat atas air,” tutup Sri Hartoyo.(*)