Slide 1

Berita PUPR > Rumah Susun MBR Kota Pasuruan Diresmikan


Selasa, 20 Maret 2018, Dilihat 2181 kali

Pasuruan, Jawa Timur - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan meresmikan rumah susun sewa (Rusunawa) Tembok Rejo untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Desa Tembok Rejo Kelurahan Purworejo Pasuruan Jawa Timur , Selasa (20/3/2018).

Direktur Rumah Susun Kuswardono mewakili Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR dalam sambutannya menyatakan, Rusunawa tersebut selesai dibangun pada 2017 dilaksanakan  oleh Kontraktor Pelaksana PT. Wahyu Adi Guna. “Total anggaran untuk membangun Rusunawa MBR tersebut senilai Rp 18.3 Milyar. Waktu pelaksanaan pembangunan sekitar 312 hari kerja," ujarnya.

Kuswardono menjelaskan, Rusunawa MBR Tembok Rejo ini dibangun sebanyak 1 twin block (TB) setinggi 5 lantai. Tipe unit Rusun adalah tipe 36 dan berdiri diatas lahan 15.000 meter persegi  dan luas bangunan 3.904 meter persegi. Rusunawa ini terdiri dari 70 unit hunian dan ada 6 unit Rusun khusus difabel. 

Dalam peresmian tersebut juga dihadiri walikota Pasuruan, Komisi XI DPR RI, BPK RI , Kementerian Pertanian  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah MBR (FORKOMPIMDA) serta sejumlah pejabat daerah.

Lebih lanjut, Kuswardono memgatakan pembangunan Rusunawa ini merupakan bagian dari Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)  sejak  tahun 2015 yang lalu. Pembangunan Rusun ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat yang belum memiliki  hunian yang layak.

“Semakin sulitnya lahan untuk perumahan tentu membuat progres pembangunan Rusunawa tiap tahun meningkat.  Pemerintah harus segera mengubah program rumah tapak menjadi rumah susun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian di masa depan yang semakin sulit,” tandasnya.

Kuswardono menambahkan, Rusun yang dibangun Kementerian PUPR sekarang  ini kualitasnya sudah sangat layak, tidak ada lagi rusun ini seadanya, bentuk rusun layak huni. Pihaknya juga berharap  Rusun ini dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. 

Sementara itu, Walikota Pasuruan Setiyono mengatakan, Rusunawa Tembok Rejo sebanyak 70 unit telah  dilakukan verifikasi untuk penghunian. “Jumlah masyarakat yang  mendaftar sebanyak 130 orang/KK. Sedangkan kapasitas hanya 70 unit. Tentunya ini menunjukkan masih banyak masyarakat yang membutuhkan hunian layak seperti Rusunawa ini,” terangnya. 

Terkait dengan tarif sewa Rusunawa ini, Setiyono menambahkan, Pemda menetapkan tarif lantai 1 sebesar Rp 400 ribuan dan tarif tersebut berkurang Rp 25 ribu setiap lantainya.  “Kami mengajukan bantuan 2 TB Rusunawa di  lokasi yang sama dan lahannya pun sudah siap. Kami harap Kementerian PUPR bisa merealisasikan hal ini karena banyak masyarakat yang ingin tinggal di Rusunawa seperti ini,” harapnya.

Salah satu penghuni Rusun Fitri mengatakan, dirinya sangat terbantu adanya Rusunawa ini. Pasalnya semenjak suaminya meninggal dunia beberapa waktu lalu, dirinya harus mengontrak rumah dengan sewa yang cukup mahal. “Saya dan tetangga yang tinggal di Riusunawa ini berterimakasih atas bantuan Rusunawa ini. Bangunannya bagus dan nyaman karena sudah ada meubelairnya. Kami harap tarif sewanya tidak mahal dan tetap terjangkau,” katanya. (Komunikasi Publik Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR)