PROGRAM HIBAH AIR SUDAH PASANG 77.000 PIPA SAMBUNGAN

PROGRAM HIBAH AIR SUDAH PASANG 77.000 PIPA SAMBUNGAN

62 10 0 Print

PROGRAM HIBAH AIR SUDAH PASANG 77.000 PIPA SAMBUNGAN

 

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya (CK) telah merealisasikan program hibah air minum selama satu setengah tahun. Kini sudah sekitar 77.000 sambungan rumah (SR) terpasang di 35 Kabupaten. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pengembangan Air Minum Ditjen CK, Danny Sutjiono dalam acara dialog e-view di MNC Bussiness TV (24/11).

 

Program water hibah atau hibah air minum yang dikhususkan untuk membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah dilaksanakan dengan investasi SR oleh  pemerintah kota/kabupaten.

 

Jika penggerjaannya sudah selesai dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sudah menikmati air, maka kami ganti Rp 2 juta per SR untuk biaya investasinya, ujar Danny.

 

Lebih lanjut Danny mengungkapkan bahwa program ini adalah suatu bentuk kepedulian pemerintah. Disadari bahwa terkadang MBR  mendapatkan air  terbatas dari kran umum dan sumber lainnya. Oleh sebab itu, pemerintah ingin menyelaraskan bagi masyarakat yang mampu dan MBR untuk mendapat SR..

 

Danny mengakui bahwa biaya program tersebut membutuhkan dana yang besar. Tidak mungkin juga jika MBR dibebankan biaya investasi perpipaan tersebut melalui tarif. Oleh karenanya harus ada investasi dari pemerintah daerah untuk mendukung program tersebut.

 

Kini, sebanyak enam Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dipastikan mendapat fasilitas kredit perbankan. Enam PDAM tersebut merupakan bagian dari 68 perusahaan yang dinyatakan layak mendapatkan kredit perbankan oleh pemerintah dari hasil evaluasi sebelumnya.

 

Saat ini tiga PDAM telah ditandatangani akad kredit dengan perbankan senilai Rp 50 miliar. Yakni PDAM Ciamis, PDAM Bogor, dan PDAM Lombok Timur. Tiga PDAM lainnya sudah masuk di Kementerian Keuangan..

 

Dalam kesempatan tersebut Danny Sutjiono menambahkan bahwa Kementerian PU melalui Ditjen CK, tidak hanya memberikan pelayanan bagi orang kota saja, tetapi juga melakukan penanganan air minum di desa dengan berbasis pemberdayaan masyarakat.

 

Bicara mengenai PDAM, kami memiliki program yang cukup besar dari 2008 s/d 2011. Kita sudah menangani air minum pedesaan sebanyak 5.000 desa dengan berbasis kepada pemberdayaan masyarakat, jadi  yang merencanakan, melaksanakan, mengoperasikan adalah masyarakat itu sendiri, tambahnya.

 

Melalui  sistem air minum pedesaan ini ia mengharapkan masyarakat  yang berperan. Dari 5000 desa itu akan kita teruskan dan kembangkan lagi, hal ini menunjukan perhatian pemerintah kepada semua orang sesuai dengan harapan presiden. (nrm/ind)

 

Pusat Komunikasi Publik

241111

Apakah informasi di atas cukup membantu?

Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Facebook: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Twitter: @kemenpu
Instagram: kemenpupr
Youtube: kemenpu
#SigapMembangunNegeri

Berita Terkait