PENGELOLAAN IRIGASI MIKRO DI INDONESIA

PENGELOLAAN IRIGASI MIKRO DI INDONESIA

PENGELOLAAN IRIGASI MIKRO DI INDONESIA

 

Pengelolaan irigasi selama ini bertumpu pada pengelolaan irigasi konvensional makro. Pengembangan dan pengelolaan irigasi mikro menjadi alternatif dalam meningkatkan keberhasilan dan keberdayaan guna penggunaan air irigasi. Padahal pengembangan dan pengelolaan irigasi mikro (drip irrigation) perlu didukung inovasi teknologi yang berkelanjutan.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Moh. Hasan Kepala Badan Litbang Kementerian PekerjaanUmum (PU), selaku Ketua Kongresdan Seminar Nasional Komite Nasional Indonesia (KNI)-International Commission Irrigation and Drainage (ICID),8-9 April 2011 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

 

Irigasi mikro adalah irigasi masa depan. Pengelolaan irigasi mikro menghasilkan efisiensi dalam hal penggunaan air. Pada pengelolaan irigasi mikro ditanam high value crop, seperti paprika, melon, anggur, hingga strawberry. Hal ini dapat menjadi kesempatan bagi petani untuk menaikkan pendapatan,jelas Moh. Hasan.

 

Lebih lanjut dikatakannya bahwa hal yang perlu diperhatikan dan diwaspadai ke depan adalah praktek proteksi pangan negara-negara maju guna antisipasi krisis pangan, serta praktek land grabbing.

 

KNI-ICID selaku organisasi profesi diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan sumber daya air.Sekaligus menjadi wadah pembinaan sumber daya manusia di bidang irigasi dan drainase. Dalam sambutan Direktur Jenderal Sumber Daya Air, yang disampaikan oleh Direktur Irigasi dan Rawa, Imam Agus Nugroho, mengharapkan agar pada seminar KNI-ICID dapat memunculkan terobosan untuk mengantisipasi berbagai tantangan bidang sumber daya air dan irigasi seperti masalah ketersediaan air, alih fungsi lahan irigasi teknis, hingga berbagai macam potensi krisis pangan hingga krisis energi.

 

Pada Kongres dan Seminar Nasional KNI-ICID telah terpilih Moh. Hasan, selaku Ketua KNI-ICID untuk periode 2011-2016. Beliau menggantikan Roestam Sjarief yang telah selesai masa jabatannya. Pada kesempatan tersebut juga terpilih Arie Setiadi Moerwanto, selaku KetuaBidangWater Management, Environmental, and Technology, dan Imam Agus Nugroho, selaku KetuaBidangIrrigation and Drainage, serta dari kalangan akademisi dan profesional terpilih Indratmo Soekarno, selakuKetuaBidangFlood and RiverBasinManagement.

 

Kongres dan Seminar Nasional KNI-ICID yang mengambil tema Pengembangan Irigasi Mikro pada lahan kering di Indonesia dihadiri oleh 200 orang dari berbagai institusi baik pemerintah maupun kalangan akademisi profesional dan anggota KNI-ICID. (ardi/datin SDA)

 

Pusat Komunikasi Publik

110411

Apakah informasi di atas cukup membantu?

Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Facebook: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Twitter: @kemenpu
Instagram: kemenpupr
Youtube: kemenpu
#SigapMembangunNegeri

Berita Terkait