PENANGANAN PERMASALAHAN AIR PERLU KEPEDULIAN BERSAMA

PENANGANAN PERMASALAHAN AIR PERLU KEPEDULIAN BERSAMA

PENANGANAN PERMASALAHAN AIR PERLU KEPEDULIAN BERSAMA

Permasalahan air yang sedang dialami dunia telah mendorong dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian perlunya upaya bersama dari seluruh komponen bangsa dan bahkan dunia untuk dengan kebersamaan yang tinggi, memanfaatkan dan melestarikan sumber daya air(SDA) secara berkelanjutan.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) SDA Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Mochammad Amron dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Sungai Danau dan Pantai Ditjen SDA Kementerian PU Pitoyo Subandrio dalam acara Semiloka Dalam Rangka Memperingati Hari Dunia (HAD) Ke-19 Tahun 2011 dengan tema Penanganan Banjir kota Tangerang Selatan dan Wilayah Sekitarnya, di Tangerang Selatan, beberapa waktu yang lalu. Turut hadir dalam acara tersebut oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane Imam Santoso, serta beberapa Kepala Dinas PU antara lain dari Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Dirjen SDA menambahkan, peringatan HAD tahun 2011 dengan tema Air Perkotaan dan Tantangannya, sesuai dengan fokus internasional terhadap dampak pertumbuhan penduduk perkotaan yang cepat, industrialisasi, hal-hal yang bersifat tak menentu akibat perubahan iklim, perbenturan kepentingan, dan kemungkinan adanya bencana alam, sehingga mengakibatkan permasalahan SDA di perkotaan menjadi semakin kompleks dan penuh tantangan.     

Dengan kesadaran akan pentingnya air sebagai sumber kehidupan yang dibutuhkan oleh berbagai sektor, baik masa kini maupun masa yang akan datang, maka air merupakan urusan semua orang (water is everybody business), dan ungkapan tersebut telah menjadi pedoman bagi seluruh pihak dalam pengelolaan SDA.

Selain itu, permasalahanSDA tidak hanya perlu diatasi melalui pendekatan teknis-struktural, tetapi juga memerlukan pendekatan non-struktural diantaranya berupa pengaturan. Sehingga, diperlukan political will yang berorientasi pada keberlanjutan fungsi SDA untuk menjamin kualitas kehidupan yang lebih baik.

Untuk itu, UU No. 7 tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air mengamanatkan konsepsi pengelolaan sumber daya air terpadu berbasis wilayah sungai atau Integrated Water Resources Management (IWRM). Keterpaduan pengelolaan SDA mencakup dua komponen besar, yaitu sistem alami dan non alami. Keterpaduan sistem alami terdiri dari kawasan hulu dan hilir, kuantitas air dan kualitas air (air hujan, air permukaan, dan air bawah tanah), serta penggunaan lahan dan pendayagunaan air. Sedangkan untuk sistem non alami terdiri dari keterpaduan antar sektor, keterpaduan antar semua pihak yang terkait, dan keterpaduan antar wilayah administrasi.

Semiloka ini diharapkan dapat menghasilkan kesimpulan yang bersifat komprehensif, mengingat penanganan banjir tidak bisa ditangani secara parsial, melainkan harus secara menyeluruh, sehingga dalam jangka panjang penanganan banjir bermanfaat bagi masyarakat, terutama di kota Tangerang Selatan. (har/mah)

Pusat Komunikasi Publik

080411

 

 

Apakah informasi di atas cukup membantu?

Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Facebook: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Twitter: @kemenpu
Instagram: kemenpupr
Youtube: kemenpu
#SigapMembangunNegeri

Berita Terkait