Pelatihan Teknis Hidrologi Untuk Alokasi Air Agar Kebutuhan Air Sesuai Pemanfaatan

Pelatihan Teknis Hidrologi Untuk Alokasi Air Agar Kebutuhan Air Sesuai Pemanfaatan

131 21 0 Print

Makassar, 24 Februari 2021 – Pelatihan Teknis Hidrologi Untuk Alokasi Air yang dilaksanakan pada tanggal 15 s.d 24 Februari 2021 secara distance learning oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPSDM PUPR) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Permukiman secara resmi ditutup pada Rabu (24/2).  

Sebanyak 20 peserta dinyatakan lulus dan 1 orang dinyatakan tidak lulus karena tidak memenuhi persyaratan kehadiran dan nilai kelulusan dalam pelatihan yang difasilitasi Balai Pengembangan Kompetensi (Bapekom) PUPR Wilayah VIII Makassar ini. Adapun 3 peserta Pelatihan Teknis Hidrologi Untuk Alokasi Air dengan nilai terbaik diraih oleh Solistiana Bintang dari Direktorat Sistem dan Strategi Sumber Daya Air pada peringkat pertama, Aziz Rizal Prasetiyo dari Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan pada peringkat kedua, serta Yuddi Yudistira dari Direktorat Sungai dan Pantai pada peringkat ketiga. 

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Permukiman, Ruhban Ruzziyatno dalam sambutan penutupan pelatihan melalui konferensi video, Rabu (24/2) mengatakan air memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. Ketersediaan air menjadi kunci kesehatan masyarakat dan ketersediaan pangan. Air juga merupakan sumber energi terbaharukan. Oleh karena itu, air yang berlimpah, bersih, dan terkendali merupakan indikator lingkungan hidup yang sehat. 

Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan suatu perhitungan proses penjatahan air untuk berbagai jenis penggunaan menurut kuantitas, tempat dan waktu penggunaan yang besarnya disesuaikan dengan ketersediaan total volume air yang terdapat pada suatu sumber air.  

“Rencana alokasi air ini dilakukan untuk menentukan dan memenuhi kebutuhan air untuk berbagai jenis penggunaan yang terukur menurut kuantitas, waktu, dan kualitas air sesuai pemanfaatan yang ditetapkan”, jelas Ruhban. 

Dalam pelatihan Teknis Hidrologi Untuk Alokasi Air ini, para peserta mendapat berbagai materi, mulai dari perubahan mindset, kelembagaan, koordinasi pengelolaan alokasi air, penggunaan dan pengusahaan SDA, hidrologi Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT), Rencana Alokasi Air Rinci (RAAR), operasi waduk hingga ke permodelan. 

Untuk itu, Ruhban mengharapkan dengan selesainya pelatihan ini, para peserta pelatihan dapat merencanakan antisipasi pada kondisi kelebihan air dan juga rencana antisipasi dalam kondisi kesulitan air serta mengimplementasikan ilmu yang didapat dari pelatihan ini di unit kerja masing-masing. 

Senada dengan Ruhban, peserta dengan nilai terbaik kedua,  Aziz Rizal Prasetiyo mengaku banyak pengetahuan yang didapat dalam Pelatihan Teknis Hidrologi Untuk Alokasi Air ini dan sangat bermanfaat untuk diimplementasikan di unit kerjanya, diantaranya pengetahuan mengenai RAAT dan RAAR. “Hal ini merupakan inti dari alokasi. Tata cara penyelenggaraan RAAT dan RAAR akan berguna bagi pekerjaan alokasi air, khususnya di bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP)”, ungkap Aziz. 

Aziz juga menambahkan dengan ilmu yang didapat pada pelatihan ini, ke depan dapat mengubah cara berpikir dirinya dalam menentukan strategi bekerja di bidang pekerjaannya, yakni dengan cara mengetahui permasalahan secara peraturan, teknis, dan permasalahan di lapangan kemudian disinkronkan apa yang harus dilakukan. (Kompu BPSDM)

Apakah informasi di atas cukup membantu?

Berita Terkait