KERJASAMA DALAM PENINGKATAN KUALITAS SPAM DENGAN IUWASH

KERJASAMA DALAM PENINGKATAN KUALITAS SPAM DENGAN IUWASH

9973 Print

KERJASAMA DALAM PENINGKATAN KUALITAS SPAM DENGANIUWASH

Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Kementerian Pekerjaan Umum menyepakati kerjasama  dengan Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (IUWASH) dalam pengembangan dan peningkatan kualitas SPAM di Indonesia. Memorandum of Understanding (MoU) ditandatangani oleh Kepala BPPSPAM Rachmat Karnadi dengan Chief of Party IUWASH Louis OBrien di Hotel Atlet Century Jakarta, Kamis (8/3).

Rachmat Karnadi mengatakan, selama ini BPPSPAM bekerja sendiri dalam rangka pengembangan SPAM, baik dalam penyehatan PDAM maupun Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) bidang air minum.  Sementara itu, IUWASH telah melakukan pengembangan air minum baik dalam bentuk mediasi, advokasi kepada masyarakat dan juga melakukan pendampingan terhadap PDAM. Untuk mempercepat pengembangan sistem penyediaan air minum di Indonesia maka kerjasama ini dilakukan.

Butir-butir rincian kerjasama akan kita atur lagi. Intinya, kita memiliki tujuan yang sama yaitu mempercepat pengembangan  SPAM. Salah satunya indikatornya adalah semakin menigkatnya  jumlah PDAM sehat, kata Rachmat.

Ke depan, IUWASH  dapat masuk dalam program-program BPPSPAM seperti KPS dan penyehatan PDAM. Dalam rangka penyehatan PDAM misalnya, dapat membantu melalui peningkatan capacity building PDAM, atau dalam KPS bisa masuk dalam aspek teknis.

Chief of Party IUWASH Louis OBrien mengatakan, IUWASH merupakan bagian dari USAID yang mengurusi masalah air minum dan sanitasi untuk masyarakat miskin di perdesaan. IUWASH siap membantu pemerintah Indonesia dalam pencapaian target MDGS dalam bidang air minum dan sanitasi. Saat ini cakupan IUWASH meliputi Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan juga Kota Jayapura Papua.

Target kami adalah menyediakan akses air minum terhadap 2 juta masyarakat, akses sanitasi terhadap 200 ribu masyarakat  dan menurunkan sebanyak 20% biaya yang dikeluarkan masyarakat miskin dalam mengakses air minum. Kami sangat senang dengan kerjasama yang dilakukan dengan BPPSPAM ini, katanya,

Sebagai informasi, kondisi akses air minum nasional saat ini baru mencapai 47,71%, dimana target MDGs 2015 harus mencapai 68,87%. Tingkat kehilangan air rata-rata nasional mencapai 32,86% (data BPKP) dan tekanan air di jaringan distribusi masih rendah. Sementara itu, instruksi dari Presiden RI pada tahun 2025 semua penduduk Indonesia harus sudah mendapatkan akses air minum. (dvt)

Pusat Komunikasi Publik

090312

Apakah informasi di atas cukup membantu?

Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Facebook: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Twitter: @kemenpu
Instagram: kemenpupr
Youtube: kemenpu
#SigapMembangunNegeri

Berita Terkait