KBT AMANKAN AREA 160 KM PERSEGI DARI BANJIR

KBT AMANKAN AREA 160 KM PERSEGI DARI BANJIR

10039 Print

KBT AMANKAN AREA 160 KM PERSEGI DARI BANJIR

Sejak difungsikan beberapa tahun terakhir, Kanal Banjir Timur (KBT) telah memberikan manfaat sebagai pengendali banjir di wilayah Jakarta Timur dan sebagian Jakarta Utara. Manfaat lain adanya KBT adalah sebagai sarana konservasi air (pengimbuh air tanah), sarana pelabuhan sarana pariwisata (rekreasi), marina dan jalur sepeda, jalur hijau (green belt), serta motor penggerak pertumbuhan wilayah timur dan utara Jakarta.

Demikian disampaikan Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Pitoyo Subandrio saat memberikan paparan dalam acara Kolokium Hasil Litbang Sumber Daya Air Tahun 2011 di Bandung, Rabu (23/3). Acara tersebut digelar oleh Pusat Litbang Sumber Daya Air dalam rangka memperingati HAD (Hari Air Dunia) XIX.

KBT mengamankan sebagian wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara seluas 160 km persegi dari banjir akibat luapan sungai-sungai Cipinang, Sunter, Buaran, Jatikramat, dan Cakung, jelas Pitoyo. Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa kelima sungai tersebut akan dibelokan ke KBT untuk selanjutnya disalurkan ke laut. KBT juga diharapkan dapat mengamankan sistem drainase pada wilayah seluas 207 km persegi (catchment area).

Oleh karena itu, Pitoyo berharap BKT dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai tujuan pembangunan, dan prasarana pengendalian banjir yang ada dapat berfungsi dengan baik serta dapat digunakan sesuai umur yang direncanakan.

Sementara itu, Kepala Pusat Litbang SDA Arie Setiadi mengatakan tema yang diangkat untuk kolokium tahun ini adalah Tantangan Serta Penelitian dan Pengembangan Pengelolaan Sumber Daya Air dalam Merespon Perubahan Iklim.

Tema ini diangkat sebab dipandang sesuai dengan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki kerentanan terkena bencana karena berada pada garis khatulistiwa. Pusat Litbang SDA harus mampu menangani fenomena-fenomena mana yang dapat memicu perubahan iklim dan perubahan lingkungan, jelasnya.

Pusat Litbang SDA sendiri saat ini sedang melaksanakan penelitian dan pengembangan teknologi yang dapat digunakan sejak tingkat pelaksanaan operasi dan pemeliharaan yang berkaitan dengan hidrologi sebagai dasar pengelolaan SDA serta berbagai riset dalam mendukung sistem peringatan dini. Arie berharap, ke depan Pusat Litbang SDA akan terus melakukan inovasi-inovasi terbaru guna mendapatkan hasil yang terbaik untuk Indonesia. (humassda)

Pusat Komunikasi Publik

250311

 

 

 

Apakah informasi di atas cukup membantu?

Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Facebook: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Twitter: @kemenpu
Instagram: kemenpupr
Youtube: kemenpu
#SigapMembangunNegeri

Berita Terkait