Bina Marga Identifikasi Titik Macet Mudik 2012

Bina Marga Identifikasi Titik Macet Mudik 2012

9998 Print

Menyambut arus mudik 2012, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah melakukan persiapan di ruas-ruas dan titik-titik yang kerap menjadi perhatian masyarakat.

 

Hal ini disampaikan oleh Direktur Bina Pelaksana Wilayah II, Winarno ketika mewakili Dirjen Bina Marga, Djoko Murjanto pada Rakor Hasil Survey Terpadu Jalur Lebaran Tahun 2012 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/05) bersama Korps Lalu Lintas Polri, Polda Jabar, Kementerian Perhubungan, serta Dinas PU Jabar.

 

Winarno mengatakan ada beberapa titik rawan kemacetan selama arus mudik kali ini, yaitu Merak,Cikampek, Lingkar Nagreg dan sekitarnya, Cirebon Ě” PejaganĚ”Brebes, Ciregol, Sumpiuh, Fly Over (FO) Kalibanteng, Akses Tol Semarang-Ungaran, Ambarawa, dan Porong-Sidoarjo.

 

Ě”SUntuk tahun ini antisipasi infrastruktur jalan menjelang arus mudik dilakukan lebih awal dan di beberapa titik macet ini dilakukan penanganan agar lebih lancar,Ě”‚ ujarnya dihadapan 150 peserta rakor yang sebagian besar berasal dari unit Lantas Polri.

 

Untuk kawasan penyeberangan Merak, fasilitas FP Merak sudah dalam kondisi baik dan kapasitas  cukup dan diperlukan pengaturan lalulintas yang tepat. Pengerjaan perbaikan akan dilakukan di ruas alternatif Merak-BojonegoroĚ”Serdang dan di akses Tol Merak. Selain itu Winarno juga mengapresiasi perbaikan ruas Cilegon-Anyer.

 

Ě”STradisi mudik juga selalu diikuti kegiatan wisata, sebagai contoh ruas Cilegon-Anyer berguna sebagai jalur wisata ke anyer,Ě”‚ ungkap Winarno.

 

Cikampek, terutama pada Simpang Jomin belum ada perubahan konstruksi karena dalam waktu dekat akan dibangun Tol Cikampek-Palimanan yang pada akhirnya mengurangi kemacetan. Meski begitu Winarno berharap  pihak Korlantas tetap melakukan pengaturan lalu lintas seperti tahun lalu ke jalur alternatif yang sudah ada.

 

Sementara pada exit tol Cileunyi arah Tasikmalaya dan Garut akan dibutuhkan pengaturan lalu lintas karena rawan antrian kendaraan akibat aktifitas ekonomi masyrakat dan pabrik di sepanjang jalan Ranca Ekek. Winanrno mengakui jalur Nagrek eksisting sudah terbantu sejak beroperasinya Lingkar Nagrek arah Bandung karena mengurangi beban lalin dan dijadikan satu arah.

 

Ě”SNamun memang perlu pengaturan tidak jauh dari Lingkar Nagrek tepatnya di Limbangan dan perlintasan kereta api karena antrian kendaraan menumpuk disini,Ě”‚ sebutnya.

 

Pada Cirebon-Pejagan-Brebes-Tegal, Winarno mengatakan, pemudik harus mewaspadai kemacetan pada akses tol Panci-Pejagan akibat perlintasan KA Pejagan. Ia juga menjelaskan di Cirebon, perbaikan aspal FO Gebang sudah diperbaiki.

 

Sementara pada akses keluar tol Pejagan Ě” Ketanggungan Ě” Prupuk (jalan  provinsi) kondisinya dilaporkan rusak. Ia mengatakan Bina Marga pusat akan mengkoordinasikan dengan Dinas Bina Marga Jateng untuk segera melakukan perbaikan. Ě”SJalan Ketangguhan-Slawi pun sudah ditangani dengan baik, sehingga kemacetan bisa diminimalkan karena tidak melewati Pantura,Ě”‚ pungkas Winarno. (ian/infokombm) 

 

Pusat Komunikasi Publik

140512

Apakah informasi di atas cukup membantu?

Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Facebook: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Twitter: @kemenpu
Instagram: kemenpupr
Youtube: kemenpu
#SigapMembangunNegeri

Berita Terkait