Manfaat Dalam Pelatihan Hukum Kontrak Kerja Konstruksi: Kehati-hatian Dalam Pembuatan Kontrak

Manfaat Dalam Pelatihan Hukum Kontrak Kerja Konstruksi: Kehati-hatian Dalam Pembuatan Kontrak

Banjarmasin, 5 Agustus 2021 – Setelah berjalan selama delapan hari sejak 26 Juli 2021 lalu, Pelatihan Hukum Kontrak Kerja Konstruksi (HKKK) yang di fasilitasi oleh Balai Pengembangan Kompetensi Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Wilayah VII Banjarmasin telah rampung dilaksanakan, Rabu (4/8).


Sebanyak 31 orang peserta yang berasal dari berbagai unit organisasi dan unit kerja dinyatakan lulus seluruhnya dengan predikat Baik Sekali setelah menjalani 48 Jam Pelajaran (JP). Bahkan tiga diantaranya meraih predikat peserta terbaik, yaitu, Adrian Riz Ali Syahbana Dharma Putra dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Banjarmasin sebagai terbaik pertama; Dica Erly Andjarwati dari Direktorat Pembangunan Jalan, Direktorat Jenderal Bina Marga sebagai terbaik kedua; dan Sirodj dari Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi Wilayah Jawa Barat sebagai terbaik ketiga.


Melalui pelatihan ini, Adrian Riz Ali Syahbana Dharma Putra menyampaikan pengalamannya. Dirinya mengakui banyak pengetahuan yang didapat selama mengikuti pelatihan, terutama untuk pengetahuan tentang pelaksanaan dan sengketa hukum kontrak kerja konstruksi yang dirasa paling bermanfaat untuk diimplementasikan saat terjun kembali ke tempat kerja nantinya. Selain itu dengan mengikuti pelatihan ini juga turut mengubah cara berpikir dirinya dalam menentukan strategi bekerja yakni kehati-hatian dalam pembuatan kontrak, “Lebih menguatkan isi kontrak sebelum penandatanganan agar tidak terdapat makna ganda yg berpotensi adanya celah hukum yang berujung sengketa,” ujar Adrian


Diperlukan Sumber Daya Manusia yang berkompeten untuk dapat melaksanakan penyusunan dokumen kontrak kerja konstruksi dan pelaksanaannya hingga selesai, sekaligus mengantisipasi potensi-potensi terjadinya sengketa kontrak serta memahami prinsip-prinsip dasar penyelesaiannya. Hal tersebutlah yang di upayakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Manajemen dalam pelatihan ini.


“Kontrak itu adalah hal yang harus dipelajari dan dipahami. Karena awal dari suatu pekerjaan konstruksi, baik itu konsultan maupun Kontraktor Konstruksi, itu (pekerjaan konstruksi) diawali dengan kontrak,” ujar Kepala Pusbangkom Manajemen, Moeh. Adam pada pidato penutupnya


Pembelajaran mengenai Ceramah Hukum Kontrak Kerja Konstruksi; Pelaksanaan Kontrak Kerja Konstruksi; Pengantar Hukum Kontrak Kerja Konstruksi; Peningkatan Integritas, Pencegahan Bahaya Narkoba, dan Pengarusutamaan Gender; Penyelesaian Kontrak Kerja Konstruksi; Penyelesaian Sengketa Kontrak Konstruksi; Penyusunan Dokumen Kontrak Kerja Konstruksi; Prinsip Dasar Penyelesaian Sengketa Kontrak Konstruksi; Seminar; dan Studi Kasus telah dipaparkan oleh Pejabat Struktural dan Widyaiswara yang kompeten dan ahli di bidangnya.


Dengan materi yang telah didapat diharapkan dapat meningkatkan kompetensi para peserta sehingga dapat melaksanakan penyusunan dokumen kontrak kerja konstruksi dan pelaksanaannya hingga selesai, sekaligus mengantisipasi potensi-potensi tejadinya sengketa kontrak dan memahami prinsip-prinsip dasar penyelesaiannya.

Apakah informasi di atas cukup membantu?

Berita Terkait